oleh

Melalui penggalangan Dana dari Warga Desa Pekalongan, Akhirnya Mempunyai ” TPU” Sendiri

FBN # Pekalongan – Lampung timur sabtu 8/5/21. Desa Pekalongan adalah desa yang tergolong maju. Hal ini terlihat dengan adanya pasar pekalongan yang ada desa tersebut. Dan kantor kecamatannya juga ada didesa tersebut. Sehingga nama desa pekalongan menjadi nama salah satu kecamatan di kabupatan lampung timur.

Tetapi yang menjadi kendala selama ini di desa pekalongan adalah tidak adanya tanah pemakaman umum. Sehingga kalau pun ada warga yang meninggal dunia. Terpaksa di kebumikan di desa desa tetangga. Seperti yang dijelaskan oleh Bapak Maryanto salah satu tokoh masyarakat desa tersebut kepada kami awak media FBN.

Masih menurut pak Maryanto, sehingga pada tahun 2017. Diadakan rapat musyawarah antar warga di Balai desa untuk membahas permasalahan tersebut. Yang di hadiri oleh kepala desa, BPD, Kadus.seluruh aparat desa dan warga desa pekalongan. Dari hasil musyawarah tersebut . Masyarakat desa pekalongan setuju dan antusias untuk memiliki lahan pemakaman desa sendiri.

Maka di bentuklah Tim untuk mencari penggalangan dana untuk membeli tanah pemakaman. Yang juga di buatkan Perdes oleh kepala desa bapak Samsumar. Adapun Tim tersebut di ketuai oleh bapak Maryanto sendiri. Sekertaris bapak Aris dan bendahara bapak Sartono. Yang bekerja sama dengan seluruh RT di desa pekalongan untuk penarikan dana kepada warga desa pekalongan. Yang sudah di tentukan dalam rapat musyawarah desa.

Adapun untuk penarikan dana sesuai dengan Perdes dibagi menjadi tiga kelompok kepada warga.

  1. Rp 750.000,. Untuk warga yang mampu
  2. Rp 400.000,. Untuk warga yang biasa.
  3. Rp 200.000,. Untuk warga yang kurang mampu.
    Dan bisa di angsur/ cicill dalam tiga tahap.

Dari hasil kerja keras Tim yang dipimpin oleh pak Maryanto. Maka sudah mendapat tanah pemakaman. Seluas 5000 M2. ( 0,5 hektar). Yang dibeli Seharga Rp 285.000.000., yang ada di desa pekalongan.

Tetapi yang menjadi permasalahan sekarang adalah dana yang terkumpul baru mencapai 50% dari harga tanah sekitar Rp 160.000.000., dana itu pun sudah di kasihkan semua kepada pemilik tanah. Jadi tersisa sekitar Rp 125.000.000., yang belum terbayar.

Harapan dari pak Maryanto selaku ketua penggalangan dana kepada warga desa pekalongan yang belum memenuhi kewajiban untuk membayar iuran pembelian tanah pemakaman. Untuk segera bisa memenuhi kewajiban tersebut. Sesuai dengan yang telah kita rapatkan di Balai desa. Dengan angsuran semampunya.disini tidak kami paksakan. Agar bisa melunasi sisa pembayaran tanah pemakaman tersebut.

Lebih lanjut pak Maryanto mengatakan kepada kami, walaupun tanah pemakaman tersebut belum lunas. Kalau pun ada warga desa pekalongan yang meninggal dunia sudah bisa di kebumikan di tanah tersebut. Itu yang membuat kami lega. Sekarang desa pekalongan sudah mempunyai tempat pemakaman umum sendiri. Tutup beliau. ( Syamsul )

Komentar

Fokus Berita Nasional