oleh

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini Datangi Lokasi Longsor PLTA Batang Toru yang Menyebabkan 13 Korban Jiwa

FBN # Tapanuli Selatan – Menteri Sosial RI Tri Rismaharini tiba di Bandara Ferdinand Lumban Tobing, Kecamatan Pinang Sori, Tapanuli Tengah, Rabu (19/5/2021). Kunjungan Risma dalam rangka memberikan bantuan kepada keluarga ahli waris korban bencana longsor yang terjadi di area proyek pembangunan PLTA di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan yang terjadi pada 29 April 2021, akibat kejadian itu sedikitnya 13 orang tewas.

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini bersama rombongan berkunjung untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban bencana longsor yang terjadi di area proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru. Kejadian longsor yang menewaskan 13 korban jiwa terjadi pada 29 April 2021 lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Isnud Siregar. “Bu Risma dan rombongan sudah tiba di Bandara Pinang Sori pagi ini dan sedang menuju ke Tapanuli Selatan,” ujar Kabag Humas dan protokol Isnud Siregar.

Isnud menyampaikan, pemberian bantuan dilakukan di Kantor Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.”Kegiatan dilakukan di Kantor Kecamatan. Agendanya memberikan santunan kepada keluarga ahli waris korban longsor yang terjadi beberapa waktu lalu,” tutur Isnud Siregar.

Sebelumnya, bencana longsor terjadi di lokasi proyek pembangunan PLTA di Kelurahan Wek I, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (29/4/2021) malam. Akibat bencana tersebut, satu unit rumah beserta penghuninya dan sejumlah pekerja PLTA tertimbun material longsor. Sebanyak 13 orang tewas. Masing-masing yakni 10 warga sekitar, 2 pekerja lokal dan 1 pekerja asing.

Menteri Sosial bercerita, sepanjang jalan Bandara Pinangsori ke Marancar dia melihat jajaran perbukitan. Khusus di dekat lokasi longsor, kontur perbukitannya terdiri dari tanah bercampur pasir dan bebatuan kecil, bukan batu cadas.

Artinya, kontur tanah ini menunjukkan bahwa longsor sangat rawan terjadi pada musim hujan, sehingga butuh langkah-langkah serius untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa di kemudian hari.

“Pak Bupati, tolong hidupkan kearifan lokal masyarakat untuk menjaga alam tetap terjaga. Kemudian sepanjang jalan tadi saya lihat banyak permukiman dan areal pertanian di lereng perbukitan, ini harus di antisipasi karena kondisi cuaca saat ini sangat ekstrim,” pesannya.

Kemudian Risma menyarankan agar di lereng dan bukit yang rawan longsor ditanami bunga mawar atau melati, karena akarnya bisa menjadi perekat tanah, sehingga tidak mudah longsor.

Menteri Sosial mengatakan, santunan ini totalnya berjumlah Rp267.372.295. Terdiri dari santunan kepada ahli waris 12 korban sebesar Rp15 juta perorang. Kemudian bantuan pakaian, sembako dan logistik lainnya.

“Mewakili pemerintah, kami sangat berbelasungkawa atas kejadian ini. Keluarga yang ditinggalkan, ikhlaskan kepergian saudara kita itu dan mari bangkit dari duka. Kami ada bersama bapak ibu semuanya,” kata Mensos.

Pada kesempatan itu, Risma mengungkapkan rasa bangga dan salut atas kompaknya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tapsel, Basarnas, Kodam I/BB dan Poldasu menangani bencana ini.

“Saya pantau di media dan televisi bagaimana tim berjibaku mengevakuasi lokasi dan mencari korban. Pesan saya, tolong lain kali utamakan keselamatan dan antisipaai longsor susulan. Jangan sampai korban dari tim pencari lebih banyak daripada yang dicari,” pesannya.

Sebelumnya Bupati Tapsel Dolly Pasaribu mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan kepedulian Mensos atas musibah bencana longsor yang melanda warganya.

Hadir ahli waris korban longsor, Bupati Tapsel Dolly Putra Pasaribu, Wakil Bupati Rasyid Dongoran, Sekda Parulian Nasution, Dandim 0212/TS Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradana Elhaj, Kajari Tapsel Ardian, Danyon C Brimobdasu, Kadis Sosial Pemprov Sumut.

Kegiatan peninjauan lokasi longsor serta pemberian santunan terhadap korban berjalan lancar serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. ( FBN 050 )

Komentar

Fokus Berita Nasional