Miris Jenazah Pasien Penguna BPJS Tidak Mendapatkan Fasilitas Ambulance Rumah Sakit, !! Ambulance Polisi Siap Siaga

52

KAB. MELAWI, FOKUS BERITA NASIONALL | Seorang ibu, berstatus janda dengan 4 (empat) orang anak, nama RAHMA yang cukup tua dan sakit2an beberpa bulan terahir ini, dengan kondisi demikian karena sudah cukup banyak biaya berobat untuk salah satu dari dua anaknya yang tinggal serumah di desa Nusa Pandau Kecamatan Nanga Pinoh berniat mendaptar BPJS, tanpa disadari dan diketahui sebelumnya ternyata ibu Rahma dan kedua anaknya yang masih dalam satu kartu KK.sudah terdaftar sebagai peserta BPJS-KIS.

Hal tersebut juga tidak diketahui oleh perangkat desa setempat, dengan berbekal kartu peserta BPJS. Maka anak anaknya bergegas untuk mengobatkan ibunya ke rumah sakit .

Hari rabu 28 september 2019, ibu Rahma di bawa ke rumah sakit Kasih Bunda Jaya KBJ. Nanga Pinoh dengan fasilitas BPJS, kelas 3, dan dirawat di ruang rawat inap kamar Kasih 3 yang ditemani oleh ketiga anaknya dan satu orang cucunya, dihari berikutnya dari pihak rumah sakit menyarankan rujuk ke Rumah Sakit Umum Sintang, karena menurut anak anaknya ibunya semakin kritis dan mungkin di bawa pergi lebih jauh lagi memohon agar ibunya tetap dirawat di Rumah sakit KBJ.

Medengar pedapat tersebut pihak rumah sakit mengatakan bahwa jatah berobatnya menggunakan BPJS sudah habis, maka bila tidak dirujuk dikenakan biaya umum, dengan ketidak tahuanya dengan prosedur dan aturanya maka anak anaknya memilih ibunya di bawa pulang ke Nusa Pandau walau melihat kondisi ibunya semakin memburuk, mengingat untuk berobat tanpa BPJS masih menunggu biaya.

Dengan segala keterbatasan pengetahuan keluarganya tentang prosedur BPJS dan rumah sakit, anak anaknya memilih membawa pulang ibu dengan meminta fasilitas Ambulance rumah sakit, berhubung Ambulance KBJ, sedang di gunakan oleh pasien lain maka ń∑eesokan hari Jum’at 30 september entah dengan pertimbangan apa ibu Rahma dengan Ambulance KBJ, sementara di antar kerumah salah satu anaknya yang tinggal di perumahan BTN.

Tepatnya di belakang RSUD Melawi yang katanya besuknya hari sabtu akan di antar ke Rumahnya di desa Nusa pandau dengan menggunakan Ambulance KBJ, namun ternyata Allah berkehendak lain sabtu dini hari 31 Agustus Ibu Rahma meninggal dunia.

Setelah agak tenang anak2nya seusai menyaksikan kematian ibunya bergegas menghubungi pihak rumah sakit KBJ,yg katanya akan antar ibunya ke rumah kediamanya dan menyampaikan bahwa ibu telah meninggal dunia, namun menorehkan kekecewa bagi anak2 almarhumah karena Ambulance KBJ tidak bisa antar jenazah ibunya ke nusa pandau, dengan segala kekecewaanya salah satu anak tetap menghubungi lewat hp untuk membantu mencarikan Ambulance dari rumah sakit yg lain di Nanga pinoh, namun justru kekecewaan lagi2 yg di perolehnya karena mendengar jawab Ambulance yg lain sedang di pakai oleh pasien yg lain bahkan katanya Ambulance RSUD pun juga tidak bisa.

Keresahan keluarga pagi itu semakin menjadi karena tak ada satupun Ambulance yg bisa di gunakan untuk membawa jenazah ibunya, akhirnya salah satu anak tertua yg ada di tempat itu menghubungi salah satu temanya yg memiliki mobil Hilux bak terbuka yg biasanya untuk angkutan barang untuk dimintai bantuanya membawa jenazah ibu plg ke Nusa pandau.

Di pagi itu Sabtu 31 Agustus, di tmpt meninggalnya Ibu Rahma sudah mulai banyak tetangga dan kerabat yg dekat, di antaranya adalah Bpk.Sugianto adi, seorang aktivis laskar anti korupsi indonesia DPC.Kabupaten Melawi, tidak tega melihat kondisi tersebut setelah medengar pejelasan dari salah satu anaknya dan berpikir ini adalah sebuah ketidakadilan Sebuah ketidak adilan, langsung bergegas untuk berusaha mencari ambulance dan melarang keluarganya untuk membawa jenazah ibunya dengan menggunakqn mobil bak angkutan barang yg sudah datang stanby untuk membawa jenazah.

Sugianto, kemudian tanpa klalifikasi tentang hal tersebut langsung dengan selularnya menghubungi salah satu anggota polisi polres melawi meminta petunjuk, selanjutnya menghubungi Kasat Lantas Melawi untuk mohon bantuan membawa jenazah tersebut dengan menggunakan Ambulance Polres Melawi….”Saya apresiasi dengan kesigapan Kasat Lantas Melawi khususnya Polres Melawi umumnya, begitu saya mintai bantuan dengan sedikit masalah dengan terlantarnya jenazah tersebut, beliau langsung perintahkan salah satu anak buahnya untuk siapkan Ambulance polres Melawi untuk membawa jenazah ke rumah duka, 30 menit kemudian jm 8.42 menit Ambulance sudah datang dan siap meluncur ke rumah duka” terangnya ketika dikonfirmasi, 31/8/2019
Sugianto Adi Laki: “Saya tidak akan mengatakan siapa yang bersalah, biar publik yang menilainya, saya hanya berharap ini adalah yang pertama dan yang terakhir, saya berharap kepada warga masyarakat yang lain jika mengalami kejadian yang sama untuk tidak takut untuk berkoordinasi kepada org yang lebih paham dan menyampaikan kepada instansi yang berwenang, demikian juga saya berharap kepada semua rumah sakit untuk lebih tanggap dengan masalah serupa baik untuk pasien BPJS maupun umum” tegasnya.

Iya juga mengharapkan kepada semua pihak terutama yang berkenaan dengan pengguna BPJS-KIS. untuk tidak lagi terjadi seperti yang di alami oleh Almarhumah ibu RAHMA dan kedua anaknya yang sebagai pengguna BPJS-KIS tetapi tidak tahu bahwa dirinya senerima dan pengguna BPJS..tetsebut, GAK MASUK AKAL. pungkasnya.

Reporter: Didik Purnomo, SH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini