oleh

Miris Rumah Warga Nyaris Ambruk, Program Rutilahu Pemkab Bekasi Gagal !!

FBN # KABUPATEN BEKASI – Nasib malang yang dialami oleh sepasang suami istri akibat rumahnya yang  lapuk dimakan usia, Arno (43 Tahun) dan istrinya Bosih (46 Tahun), warga di Desa Karang Patri Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, terpaksa harus ngungsi di rumah saudaranya yang juga kurang layak huni. Sabtu (29/5/21).

Arno (43 Tahun) Saat di mintai keterangan dirinya mengatakan” Akibat rumah saya yang sudah rapuh dan mau ambruk saya terpaksa harus ngungsi di rumah saudara, sebab kalau saya tetap bertahan tinggal di rumah saya takut rumah saya ambruk dan menimpa saya.

Lihat saja pak sendiri kondisi rumah nya, sudah pada keropos dan tiang tiang sudah pada patah, tuh lihat dari samping biliknya sudah hancur, tiang nya sudah saya tunjang pakai bambu, karena kalau gak saya tunjang ini sudah roboh” Ucapnya Arno sambil menunjuk ke arah tiang penyangga dari Bambu.

Lanjut Kata Arno menambah kan”Selain itu bagian atap terlihat jelas bagian dinding dan kayu sudah dipenuhi retakan dan bolong akibat termakan usia. “Maklum rumah ini sudah tua dan tak pernah direnovasi jadi begini, karena tak punya biaya Bang,” katanya. Pria 43 tahun itu sehari-harinya hanya bekerja serabutan.

Kadang, ia kuli bangunan kalau lagi ada yang ngajak, kalau tidak ada yang ngajak saya mulung dan saya kumpulkan selama satu minggu, baru saya jual dengan hasil uangnya Rp Dua Ratus Ribu “Dengan penghasilan segitu saya tidak mampu untuk memperbaiki rumah, hanya cukup untuk makan sehari-hari saja,” mana bisa buat ngebangun rumah ungkapnya.

Masih Kata Arno ,Saat di tanyakan tentang program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat Arno mengeluh” Pak selama saya tinggal di sini saya tidak dapat bantuan apa dari pemerintah kecuali dari sekolah anak saya dan bantuan sembako sekali kalinya waktu ada bantuan yang rame rame masalah Covid atau apa itu saya gak tau.

Terus yang katanya ada bantuan bulanan itu saya gak dapat, padahal Sangat berharap dapat bantuan agar dapat meringankan beban hidup sehari-hari” Kata Arno 43 Warga Desa Karang Patri.

Sementara itu, Royani yang biasa di sapa Bu Nani kakak ipar yang rumah nya tak jauh dari rumah Arno tempat dia menumpang menceritakan,” Ya beginilah pak keadaan nya rumah saya yang di tumpangi adik ipar saya, kondisi juga kurang layak untuk di tempati lihat bawahnya masih tanah dan itu masih basah bekas banjir kemarin”,Jelasnya Royani Kaka ipar Arno.

Lanjut Royani menambahkan, Tolong pak di bantu adik ipar saya keadaan nya sangat memprihatikan, rumah nya sudah mau ambruk bahkan kalau gak di sangga itu udah ambruk, selain itu adik yang kerjanya serabutan dan penghasilanya sehari hari cuma cukup buat makan, biar cepat dapat bantuan baik dari pemerintah atau dari dermawan.

Sementara adik saya tinggal di rumah ini anak saya ngalah dulu sebab saya kasihan sama adik saya kalau tetep tinggal di rumah nya takut ambruk niban adik dan anaknya lihat aja sendiri pak keadaan nya. Saya sangat berharap agar segera dapat bantuan dari mana pun datangnya. (R3d -Hidayat)

Komentar

Fokus Berita Nasional