12/03/2022
Post Visitors:48

FBN – Sepertinya sesuai dengan pepatah kata orang dahulu nasibnya kini Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga kondisi nya komunitas-komunitas ini menjadi tempat untuk para anggota keluarganya dalam memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan permasalahannya. Selain itu, komunitas ini juga menjadi tempat berusaha.

Sungguh miris ketika Pantauan Media Fokusberiatanasional.net , perwakilan Sumsel Kamis (22/9/2022) Pukul 10.00 WIB. Menyelisik di kelompok warga masyarakat Jalan Pangeran Ratu RT 024 RW,009 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Jakabaring Kota Palembang Sumatera Selatan. Adapun pembongkaran beberapa buah rumah tersebut yang di lakukan oleh pihak Kecamatan Jakabaring atas Keputusan Wali Kota Palembang. Menurut pernyataan rombongan saat akan melakukan pembongkaran rumah-rumah penduduk tersebut yang masih di tempati oleh kelurga mereka.

Menurut mereka saat terjadi penggusuran beberapa buah rumah-tempat tinggal warga, Selasa (26/7) Pukul 10:00 WIB, yang berlokasi di Jalan Pangeran Ratu RT 024 RW 009 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Jakabaring Kota Palembang Sumatera Selatan.

Dengan alasan natinya setelah di kosongkan akan di dirikan Kantor Camat Jakabaring dan Kantor Polsekta Jakabaring Kota Palembang, ujarnya.

Selanjutnya disekitar lokasi sempat berbincang-bincang dengan,Warga masyarakat Yonsusianto (47) bersama Istrinya dan Ansorudin (56) bersama beberapa Masyarakat mereka memberikan penjelasan bahwa rumah mereka yang di dirikan di atas Tanah milik Nyonya Siti Maimunah dirinya adalah Perkumpulan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia (PPMTI).

Karena kakek nenek kami dahulu tinggal di Kawasan PD Sungai buaya sejak zaman Belanda, karena di keluarga kami adalah sebagai pekerja Perusahaan Daerah Batu Bata dan Genteng Sungai Buaya. Maka kami Tahun 2016 di izinkan oleh pihak Bank Mata mendirikan rumah di atas Sebidang Tanah seluas lebih kurang 5.000 M 2 Persegi. Nah tiba-tiba balakangan ini pihak Pemerintah usir kami secara paksa bahwa lahan tersebut akan di kosongkan ternyata terjadi hingga saat ini di keluarga kami di telantarkan seperti ini, belum ada solusinya untuk membantu di kelurga kami ujarnya.

Dan bukan hanya itu saja katanya Pemerintah telah mengumumkan pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 3 September 2022 yang lalu agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran. Anggaran subsidi tersebut dialihkan ke dalam bentuk bantuan sosial, yakni BLT BBM dengan alokasi anggaran Rp12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat sebesar Rp150 ribu per bulan selama empat bulan, serta BSU dengan alokasi anggaran Rp9,6 triliun diperuntukkan bagi 16 juta pekerja. Ternyata bagi kami yang tinggal di sini tidak adak pernah menerima bantuan tersebut seperti PKH sejak ada Program tersebut namun kami tidak pernah mendapatkan setiap kali di pertanyakan jawab pengusa dikeluarga kamu belum terdaftar di kementerian dan sepertinya yang kami ketahui yang dapat orang yang tertentu dan orang-orang itu saja yang menikmatinya pungkasnya.

Ungkapnya lagi ini benar-benar ada sifatnya diskriminasi adalah suatu perbuatan, praktik atau kebijakan yang memperlakukan seseorang atau kelompok secara berbeda dan tidak adil atas dasar karakteristik dari seseorang Oknum yang lagi berkuasa.

Berdasarkan UUD 1945, Pasal 27 ayat 1 Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam Hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung Hukum dan Pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Pasal 7 semua orang adalah sama di hadapan UU dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tidak ada perbedaan. Sesuatu keluhan, kritik atau masukan yang datang dari komunitas tersebut seakan-akan menjadi harapan hampa.

Maka untuk dan atas selanjutnya kami pihak korban perusakan secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama membawa perkara ini akan menempuh jalur hukum, melaporkan kasus tersebut ke pihak yang berwajib melalui Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Puskokatara-RI Sumsel, kami akan memberi kuasa hukum sepenuhnya kepada mereka dalam tuntutan kami kembalikan atas kerugian yang kami alami dan sekarang ini di keluarga kami sangat menderita tinggal di rumah-rumah keluarga sementara ini menumpang di sana tandasnya.

( Sirlani )

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: