Nenek Paruh Baya 90Th, Diduga Dizolimi Oknum Desa Pasirranji dan Kecamatan Cikarang Pusat !!!

68

KAB. BEKASI, FBN | Dami Seorang nenek paruh baya yang berusia sudah (90 thn) yang tinggal di kampung Parung Lesang, RT.03/ RW.05, Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. Mencari Keadilan, Didampingi kuasa hukum dari Law Firm Ir.Sukowati Pakpahan,S.H., “yang merasa dizolimi oleh oknum Desa Pasirranji dan oknum Kecamatan Cikarang Pusat”.

Ir. Sukowati, S, Pakpahan, S.H, M.H., CPCLE dan Jakas Rojak, S.H selaku kuasa hukum Asep Jamal (Anak ibu Dami) mengatakan, kepada awak media fokusberitanasional.com, Sabtu (12/10/2019). Diduga adanya kesalahan yang disengaja yang dilakukan oleh oknum Desa Pasirranji dan oknum Kecamatan Cikarang Pusat.

Pasalnya oknum tersebut diduga dengan sengaja menulis nomor Persil dan luas objek tanah yang salah, yaitu pada saat pengurusan Akta Jual Beli tanah (AJB) atas nama Asep Jamal (anak ibu Dami) yang dikeluarkan oleh PEJABAT Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) Camat Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi.

Kuasa Hukum menduga kesalahan penulisan nomot Persil dan luas pada AJB, ada unsur kesengajaan, karena dari 9 lembar yang tertuang dalam akta pendukung AJB tersebut ditemukan 8 lembar yang ditulis secara jelas dengan nomor Persil dan ukuran luas yang salah. Suko sapaan akrabnya menjelaskan, setelah terjadi kesalahan yang dibuat oknum desa, pihaknya yang ingin meminta perbaikan harus menulis permohonan perbaikkan AJB, Namun proses perbaikan tersebut terkesan di pimpong oleh Kepala Desa dan Camat Cikarang Pusat.

“Kami juga diminta menulis permohonan perbaikan AJB yang salah, dan setelah kami ajukan pada 12 September 2019, kamipun menyerahkannya kepada kaur desa yang sekatanya sudah diserahkan kepada kepala desa Pasirranji.

Dugaaan kami selaku kuasa hukum sangat kuat adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oknum kaur desa yang berinisial (JIM_Red) yang diduga bekerja sama dengan oknum Kepala desa inisial (WS_Red), dimana nomor Persil dan luas ditulis dengan nomor Persil 145 dan luas 850 m2, sedangkan data yang sebenarnya sesuai C pada lokbook desa tertulis No persil 146 dengan luas : 830m2, kesalahan inilah yang ditemukan kuasa hukum yang menjadi dasar salahnya penulisan pada AJB produk PPATS yang dikeluarkan Camat Cikarang Pusat.

Setelah kami beberapa kali ketemu di desa, bahwa Kaur Desa Jaja Miharja akhirnya memberikan pernyataan bahwa itu adalah salah menulis dan pada hasil rapat juga Kepala Desa Wardi Sunandar juga mengakui bahwa ada kesalahan penulisan pada nomor Persil dan ternyata nomor Persil 145 tidak ada. Saksi saat itu staff desa Intah, Jaja Miharja dan Kepala desa,” tambah dia.

Pada 30 September 2019 kuasa hukum datang ke kantor Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi yang dipimpin langsung oleh Drs. Endin Samsudin, Msi dan secara formal menyampaikan permohonan perbaikan AJB produk PPATS yang dikeluarkannya, dan menyampaikan adanya kesalahan pada AJB tersebut yang disebabkan karena adanya kesalahan data pendukung yang dikeluarkan kantor desa Pasirranji.

Namun kuasa hukum dan Jurnalis yang pada saat itu hadir sangat terkejut mendengar pernyataan oknum Camat, yang menyatakan Camat bersedia memperbaiki AJB yang salah apabila sudah ada permohonan pembatalan AJB yang salah dari pihak Polres Metro Bekasi, dan mengatakan perbaikannya bukan dari Kecamatan tetapi dari desa Pasirranji, “dengan kaki sambil naik keatas sofa dan mengulang ngulang kalimat tersebut” hingga timbul pertanyaan dari salah seorang Jurnalis yang menanyakan bila AJB produk PPATS yang dikeluarkan Camat ada kesalahan, harus kemana perbaikannya ? Camat memberikan jawaban yang berubah rubah, sehingga tidak ada kepastian dan cenderung membuat bingung kami semua yang hadir, Pada saat pertemuan dikantor camat Cikarang Pusat, Terang Suko.

Setelah Camat memberikan jawaban yang simpang siur, kuasa hukum tetap saja meminta kepada Camat yang mengeluarkan AJB yang salah tersebut agar segera diperbaiki sesuai dengan data yang sebenarnya, alasanya klien kami atas nama Asep Jamal telah membayar lunas biaya pembuatan AJB dengan luas hanya 830m2 dengan biaya yang sangat menjerat leher masyarakat miskin !!, yaitu sebesar Rp. 32.000.000,- (Tiga puluh dua juta rupiah) namun Camat malah berdalih bahwa dia tidak menerima uang sebesar itu, namun memang pengakuan kaur desa bahwa seluruh uang tersebut dia bagikan kepada beberapa orang, Seperti Kepala Desa Pasirranji Wardi Sunandar dan juga Camat yang bertanda tangan pada AJB produk PPATS.

Atas dasar inilah kami kuasa hukum atas nama Ir. Sukowati, S,Pakpahan, S.H., M.H, CPCLE dan Jakas Rojak, S.H. memhon kepada Badan Pengawas Daerah, Bupati Kabupaten Bekasi, Kapolres Kabupaten Bekasi, Dirjen Pajak, Kementerian Dalam Negeri dan seluruh Pejabat Pemerintah yang ada di Kabupaten Bekasi secara khusus dan Pejabat diseluruh Negeri tercinta Indonesia Raya, untuk dapat memberi perhatian secara khusus bagi masyarakat miskin secara khusus di Kabupaten Bekasi yang merasa terzolimi dan tidak tau harus kemana untuk mengadu ????.

Namun demikian kami Kuasa hukum masi menunggu itikat baik dan bentuk tanggung jawab dari oknum Desa dan Camat Kecamatan Cikarang Pusat, untuk perbaikan AJB yang salah yang juga sudah diakui kaur desa Jaja Miharja pada saat di BAP di Polres Bekasi.

Kami selaku Kuasa Hukum Asep Jamal menunggu uluran tangan dalam bentuk penegasan atas perlakuan oknum Kaur dan Kepala desa yang diduga melanggar UU no 6 tahun 2014 pasal 29 Jo 30 dan diduga adanya keterlibatan Oknum Camat yang bertanda tangan pada AJB produk PPATS, tegas kuasa hukum. Kami maksud adalah uluran tangan seluruh pejabat Pemerintah yang ada di Republik Indonesia dan Penegak hukum di Polres Kabupaten Bekasi, dan POLRI secara keseluruhan.

Dan kami akan segera membuat Laporan Polisi apabila hal ini tidak juga ditanggapi serius oleh oknum yang telah menerima uang sebesar Rp. 32.000.000 dari rakyat miskin seperti ibu Dami yang telah berusia 90 tahun dan atau Asep Jamal (sebagai anak).

Awak Media fokusberitanasional.com saat berkunjung di kediaman Kepala Desa Pasirranji, Sabtu (12/10/2019) untuk mengkonfirmasi perihal terserbut, beliau sedang tidak berada di rumah, terang ibu Kades. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini