Nyanyian Merdu Neneng, Seret Sejumlah DPRD Kabupaten Bekasi Masuk Hotel Prodeo

66

Nyanyian Merdu Neneng, Seret Sejumlah DPRD Kabupaten Bekasi Masuk Hotel Prodeo

FOKUS BERITA NASIONAL | – Bupati non aktif, Neneng Hasanah Yasin nampaknya sudah lelah, dan mulai buka bukaan, lantaran tidak mau masuk bui sedirian, Bupati Bekasi nonaktif ini mulai menyanyikan nyanyian merdu yang membuat sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bekasi tertidur pulas dalam hotel prodeo.

Neneng mulai menguliti satu persatu anggota Legislatif Kabupaten Bekasi, terkait suap izin mega proyek Meikarta. Dikatakannya Politisi Golkar dalam persidangan, kepada jaksa KPK yang menanyakan tentang peran DPRD Kabupaten Bekasi terkait perizinan proyek Meikarta.

Menurut Neneng, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) proyek itu memang dibahas pula oleh anggota dewan. “Terkait RDTR sendiri pengurusannya?” tanya jaksa pada Neneng yang duduk sebagai saksi dalam persidangan perkara suap terkait izin proyek Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung, Kota Bandung, Senin (14/1/2019).

Neneng mengaku sempat cuti selama 3 bulan karena mengikuti Pilkada. Setelahnya dinyatakan menang lagi, dia baru tahu soal perkembangan RDTR di DPR itu dari Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi Nurlaili.

“Dia (Neneng Rahmi) bilang mau paripurna RDTR. (Saya tanya), ‘Kok sudah paripurna saja?’. (Neneng Rahmi bilang), ‘Iya, dewan sudah siap’. Di situ disampaikan Lippo sudah masuk,” jawab Neneng. “Ada pemberian uang?” tanya jaksa yang diamini Neneng. “Saya diberi Neneng Rahmi. Saya, pertama Rp 400 juta, berikutnya Rp 1 miliar dalam bentuk dolar Singapura. Bilangnya, ‘Ini ada dari Lippo buat Ibu’,” jawab Neneng.

Dalam sidang itu, empat orang duduk sebagai terdakwa yaitu Billy Sindoro, Henry Jasmen P Sitohang, Fitradjaja Purnama, dan Taryudi. Neneng pun terjerat kasus itu tetapi perkaranya belum disidang. “(RDTR) berproses di DPRD (Kabupaten) Bekasi? Ada pemberian Bu Neneng Rahmi ke dewan?” tanya jaksa lagi. “Betul (berproses di DPRD Kabupaten Bekasi). Saya dengar begitu (ada pemberian uang ke dewan), bilangnya dewan dikasih dia (Neneng Rahmi),” ucap Neneng. “Waktu itu, saya dengar anggota dewan ke Thailand.

Saya tanya ke Neneng, apakah memfasilitasi dewan, dia bilang ‘Iya karena mereka (para anggota DPRD Kabupaten Bekasi) yang minta’,” imbuh Neneng. Namun Neneng mengaku tidak tahu apakah uang yang diberikan Neneng Rahmi ke para wakil rakyat itu berasal dari Lippo atau bukan.

Sejumlah nama DPRD sudah dikantongi KPK, Bahkan, beberapa DPRD Jawa Barat, ikut dalam daftar yang masuk dikantong KPK.

KPK sebelumnya sudah memeriksa Ketua Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat Waras Wasisto. Kabiro Humas KPK, Febry Diansyah menyebutkan, beberapa yang dipanggil dan diperiksa sebagai saksi bisa saja menjadi tersangka. Hingga kini KPK terus melakukan penyidikan dan pengembangan. (Red-FBN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini