Oknum OSCT Diduga Berikan Izin Penimbunan Limbah B3 Kepada Salah Satu Warga Desa Pantai Bahagia

59

FOKUS BERITA NASIONAL | KABUPATEN BEKASI – Limbah Industri PT. Pertamina pada beberapa pekan lalu sempat mencemari perairan sepanjang pesisir Pantai Wilayah Muara Gembong Kabupaten Bekasi. Limbah Cair yang mencemari Pantai Beting dan sekitarnya membuat pihak OSCT Indonesia langsung turun dan memberishkan Limbah yang diduga Berbahaya dan Beracun.

Dikatakan salah satu narasumber yang namanya tidak ingin disebutkan, sekitar bulan Nopember 2018, sepanjang pantai Beting sempat tercemar oleh limbah yang diduga dari PT. Pertamina, dan dengan cepat Limbah tersebut di bersihkan oleh Tiem Oil Spill Response Centre (OSCT). yang diketahui dibawah pengawasan langsung PT. Slickbar Indonesia.

Namun ada hal yang sangat tidak sepatutnya di lakkukan dan dikatakan oleh oknum pegawai OSCT, yang memberikan izin atau melegalkan kepada salah satu warga desa Pantai Bahagia untuk menimbun ratusan atau menyimpan dengan sengaja didalam tanah di sekitaran pemukiman warga. Terangnya.

Hal ini medapat tanggapan serius Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi KPK Kabupaten Bekasi. Dikatakan Rahmat Hidayat Humas DPC Lembaga KPK kepada awak media fokusberitanasional.com. Sabtu (2/2/2019). Kami sedang medalami kasus tersebut, bahkan pada minggu lalu tim Lembaga KPK sudah sidak kelapangan berdasarkan informasi dari beberapa narasumber dan warga sekitar.

Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan pihak pihak terkait, hal ini tidak bisa kita biarkan, harus ada tindakan dan sangsi hukum kepada para pelaku, yang sudah jelas melakukan penimbunan dan pencemaran dengan sengaja.

Pihak berwajib agar secepatnya melakukan tindakan dan memanggil serta memeriksa para oknum yang dengan sengaja telah melakukan tindakan kejahatan terhadap lingkungan. Tegasnya.

Sementara Kepala Desa Pantai Bahagia Maman, saat di konfirmasi via telepone. Sabtu(2/2/2019) mengatakan, Hari Senin akan kita panggil beberapa pihak yang mengetahui hal tersebut, hal ini akan menjadi perhatian serius, apapun bentuknya bila benar adanya pengurukan dengan menggunakan limbah, apalagi limbah B3, tersebut di timbun, itu sangat tidak dibenarkan. Singkatnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini