Oky Iqbal Frima “SMKN 1 Medang Deras Butuh Perhatian Serius Pemprov Sumut”

57

KAB. BATUBARA, FOKUS BERITA NASIONAL | Belum lama ini, Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Frima kembali berkunjung ke SMK Negeri 1 Medang Deras, Kabupaten Batubara dengan harapan agar Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dapat memperhatikan pembangunan sekolah ini dalam waktu yang berkala.

Dimana Setiap harinya, puluhan guru dan siswa di sekolah terpaksa harus berjalan kaki diatas medan lumpur yang mirip kubangan kerbau, bertebaran memprihatinkan di sepanjang jalan setapak mereka sejauh 1 kilometer.

Selain itu, para siswa dan guru juga harus berhati-hati ketika melewati jalan yang terputus dibawah arus sungai dengan menyeberangi jembatan bambu seadanya untuk sampai ke sekolah.

Sebab sekolah mereka dibangun di atas lahan hutan mangrove karna lalainya perencanaan di dinas pendidikan Kabupaten Batubara dimasa itu.

Jika cuaca semakin buruk, misalnya turun hujan deras, maka seluruh akses jalan menuju sekolah yang hanya menyediakan jalan setapak ini akan menjadi lebih lunak dan licin serta berbahaya untuk dilalui

Sehingga, hampir setiap hari tidak ada aktivitas kegiatan belajar mengajar, karena tidak ada guru dan murid yang bisa sampai disana

SMK Negeri 1 Medang Deras yang dibangun sejak tahun 2016 itu dengan sumber dana kementrian Pendidikan sebesar Rp. 2.4 miliar dari awal tak pernah dirancang untuk memiliki akses jalan keluar dan masuk yang layak.

Bisa dibayangkan, seperti apa kondisi waktu belajar di sana?

Di sisi lain, guru pun seakan hanya berbekal idealisme sebagai para pengajar, tanpa imbalan tambahan yang memadai sebagai pemberi ilmu bagi masa depan muridnya dengan fasilitas seadanya.

Hal tersebut mengakibatkan banyak anak sekolah SMK Negeri 1 Medang Deras yang putus atau malah tidak bersekolah sama sekali.

Bahkan sekadar bermimpi untuk lulus saja, sebahagian dari mereka tak berani lagi hadir kesekolah

Fakta-fakta dari kunjungan Oky ini pun akhirnya dapat membongkar, bahwa selama ini komitmen pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk serius membenahi kualitas pendidikan di kabupaten Batubara setelah kewenangannya diambil penuh oleh mereka pada akhir tahun 2016 lalu, masih sangat jauh dari harapan

Memang di Kabupaten Batubara dari tahun ke tahunya tengah berlangsung proses pemiskinan struktutal yang jauh lebih buruk dari yang dibayangkan.

Ditambah dengan acuhnya pemerintah Provinsi dalam mengangkat kondisi pendidikan di daerah pedalaman seperti kecamatan Medang Deras itu membuat warga setempat semakin mudah menjadi putus asa

Tampak, pemandangan dari kondisi ini menunjukan fenomena bahwa sekolah tersebut sudah lama ditelantarkan oleh Pemerintah provinsi Sumatera Utara.

Akhirnya Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Fima dengan perlahan-lahan mencoba melewati satu persatu medan jalan yang dipenuhi terjal ketika menyeberangi jembatan kayu ke arah sekolah tersebut.

Namun begitu Politikus Gerindra ini sampai di tengah jembatan bambu menuju ke SMK Medang Deras, Oky pun sempat berhenti sejenak, lalu mengambil sejumlah foto, kemudian kembali.

Akses jalan menuju sekolah Ini berbahaya sekali untuk masa depan anak anak didik kita,” kata Oky di ujung jembatan.

Dari kesimpulan kunjungan Oky diatas dapat dirangkum sebuah pristiwa bahwa pendidikan di kecamatan Medang Deras masih berbanding 180 derajat dengan pendidikan di kabupaten lainnya di Sumatera Utara.

Sedih, miris dan prihatin memang selalu mewarnai pemiskinan pembangunan di daerah strategis Industri tersebut. Situasi inilah yang selalu dialami oleh warga Medang Deras.

Setelah itu, Oky menyambangi aktivitas sekolah, disana dia juga menemukan fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium di SMK Medang Deras belum memadai hingga saat ini.

Padahal, pemenuhan sarana dan prasarana merupakan salah satu standar nasional pendidikan. Dan lagi lagi, Pendidikan bermutu semakin jauh dari sekolah ini.

Warga sekitar menuturkan kepada Oky , bahwa begitulah memang kondisi sekolah yang selama ini lazim digunakan oleh puluhan siswa dan para guru-guru saat hendak belajar dan mengajar.

Kembali lagi ke ujung jembatan kayu, dihadapan Camat dan Warga setempat, Oky juga menuturkan, “seluruh akses jalan menuju sekolah ini, baik itu sarana jalan, jembatan dan sarana dan pasarana ruangan belajar dan fasilitas lainya, mirip seperti kondisi pendidikan di perdalaman papua.” Ungkapnya.

Setelah kunjungan berakhir, Oky berjanji akan segera menyurati Gubernur Sumatera Utara. Namun dia tak menyebutkan kapan sarana dan pasarana jalan menuju sekolah yang dijanjikannya tersebut akan mulai dibangun.

“Kami harus berkoordinasi lagi dengan Gubernur Edy Rahmayadi karena ini sudah lama menjadi kewenangan Provinsi,” tuturnya belum lama ini

Akibat kelalaian dinas pendidikan kabupaten Batubara pada tahun 2016 lalu, Muara Barus sebagai Kepala Sekolah SMK Medang Deras akhirnya mempertanggungjawabkan perbuatannya karna telah melakukan korupsi pada pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Medang Deras sebesar Rp 436 juta dengan hukuman 2 tahun 6 bulan kurungan penjara.

Dirilis sesuai data kontra.id (Supriadi)