Ombudsman RI Minta Direktur RSUD Pidie Jaya Berikan Sanksi Terhadap Pelayanan Medis Yang Abaikan Pasien

FBN # Pidie Jaya – Kepala Lembaga Ombusdman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Aceh DR. H. Taqwaddin, SH meminta kepada direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya dr Fajriman Agar segera memberikan Sanksi terhadap pelayanan Medis yang abaikan pasien saat melahirkan bayi.

Kejadian tersebut dialami salah satu pasien bernama Raudhatul Jannah (24) warga Gampong Keurisi Meunasah Lueng Kecamatan Jangka Buya. Pasien kala itu mengalami melahirkan tanpa ada pihak Tim medis.

Ombudsman RI Perwakilan Aceh melakukan investigasi dan klarifikasi terhadap manegemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya, terkait konfirmasi berita kejadian pasien melahirkan tanpa penanganan medis, Rabu, (28/4/2021).

Pantauan Media Online Fokusberitanasional.Net. kedatangan lembaga Ombudsman RI Perwakilan Aceh disambut oleh Direktur RSUD, PLT Kadis Kesehatan, Kepala Inspektorat, dan sejumlah pejabat di jajaran RSUD Pijay, melakukan pertemuan tersebut di ruang metting

Saat dikonfirmasi oleh Rakan media DR. H Taqwaddin SH menjelaskan, petugas piket Ruang Bersalin pada malam itu ada 4 orang perawat, dua diantaranya lagi tidur, seorang lagi sedang shalat malam, satu orang lagi sedang keluar. Akhirnya pasien tidak ada yang pimpin saat melahirkan. Jelas DR H Taqwaddin.

Terkait dengan kasus ini, DR H Taqwaddin minta kepada Direktur RSUD Pidie Jaya dr Fajriman untuk memberikan sanksi kepada para medis yang telah mengabaikan terhadap pelayanan publik.

Dalam penyampaiannya Taqwaddin menegaskan “Ambil tindakan dan berikan sanksi kepada petugas yang melanggar etika medis, petugas piket itu bukan untuk tidur, main game dan jalan-jalan, satu detik saja membiarkan pasien itu sebuah pelanggaran,” katanya, DR H Taqwaddin.

DR H Taqwaddin berharap dalam memberikan sanksi Jangan pilih kasih siapapun dia baik itu anak pejabat atu bukan, dan tidak adalah istilah dia anak Bupati, supaya jadi pembelajaran kedepan, semoga tidak ada para medis yang main-main, ini menyangkut nyawa manusia, tegasnya.

Resiko paling tinggi adalah menangani manusia, disini butuh orang-orang yang kompetensi nya lebih tinggi, karena yang kita tangani orang sakit, maka harus kita layani sesuai aturan medis. pungkasnya.

Seluruh kejadian tersebut, katanya, menjadi pelajaran penting kedepan, Ia meminta seluruh para tenaga medis bekerja berdasarkan SOP yang telah ada, sehingga terarah proses peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi RSUD Pijay, sehingga ke depan tidak terulang lagi dan menjadi catatan penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,” tutupnya.

Ditempat yang sama wartawan ingin mengkonfirmasi pihak Direktur RSUD Pidie Jaya, dr Fajriman menolak sambil menjawab, “Tidak perlu lagi yang saya sampaikan, karena sudah di sampaikan oleh ombudsman yang lebih akurat terkait berita ini” jawab Fajriman pada Rakan media sambil berjalan. (Wanis Pijay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *