Operasi Bina Karuna Kapuas 2019” ke – 2 Dilaksanakan Selama 21 Hari, Polres Melawi Utamakan Pencegahan, Penanggulangan dan Gakum Pelaku Karhutla

53

KAB. MELAWI, FOKUS BERITA NASIONAL | Kepolisian Resor Melawi dan Jajarannya telah usai melaksanakan “Operasi Bina Karuna Kapuas 2019” ke – 1, Walaupun titik hotspot selalu ada setiap harinya. Namun selalu berhasil dipadamkan dan dapat dicegah oleh Satgas Preemtif maupun Satgas Preventif melalui himbauan, penyuluhan dan penyebaran Maklumat Kapolda Kalbar tentang larangan membakar hutan dan lahan.

“Operasi Bina Karuna Kapuas 2019” ke – 2 telah dimulai, Dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, S.I.K., M. Si dihadiri oleh Wakapolres Melawi Kompol Jajang, S. Kom, Kabag Ops AKP Dedy F. Siregar, S.I.P., M.A.P, Para Kabag, Para Kasat, Kasubbag, Kasi, Perwira dan seluruh Personil Polres Melawi. Apel Gelar Pasukan ini dilaksanakan di Halaman Mapolres Melawi, Kamis (15/8/2019) pagi.

Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, S.I.K., M. Si menyampaikan Apel Gelar Pasukan “Operasi Bina Karuna Kapuas 2019” ke – 2 dipercepat dari jadwal Operasi, karena benar-benar situasional darurat kabut asap yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia, terlebih Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Melawi.

“Walaupun Operasi Bina Karuna 2 ini mengutamakan penanggulangan dan penegakan hukum. Tindakan pencegahan dengan cara patroli terpadu dengan instansi terkait, patroli sambang kepada warga masyarakat, memasang spanduk himbauan di titik – titik yang dirasa rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, juga melakukan dialogis kepada masyarakat tetap dilaksanakan,” tutur Kapolres.

“Polda Kalbar termasuk Polres Melawi melaksanakan Operasi Bina Karuna kedua yang dititik beratkan kepada penindakan, apabila terpenuhi unsur pidananya maka penindakan pelaku pembakaran lahan dengan sengaja akan sampai ke Kejaksaan dan Pengadilan. Baik kepada perorangan maupun kepada perusahaan perlakuannya sama,” ungkapnya.

“Perlu adanya kesadaran semua pihak pengguna lahan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Larangan ini telah diatur dalam undang-undang perkebunan maupun lingkungan hidup. Masyarakat yang membuka ladang dengan cara membakar harus dicarikan solusinya bagaimana mereka tetap dapat bercocok tanam dengan tidak membakar lahan, berikan solusi yang berkaitan dengan sistem tanam dan permodalan yang tepat dan efisien,” paparnya.

Ia pun berharap para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat tokoh, pemuda dan instansi terkait, mampu memberikan kontribusi positif dalam mencegah dan menemukan solusi Karhutla. Dan dapat menampung kepentingan dan kebutuhan semua pihak termasuk kebutuhan para petani ladang yang membuka lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Reporter: Didik Purnomo, SH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini