09/25/2022
Post Visitors:52

KABUPATEN PAMEKASAN – FBN || Keberadaan proyek di Dusun Gedongan Desa Branta Tinggi membuat geram Ormas Pagarjati ( Paguyuban Arek Jawa Timur ) dan LSM TOPAN RI ( Tim Operasional Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia ).

Pasalnya dari segi pengerjaan proyek tersebut ada beberapa hal yang mereka teliti menyimpang dari aturan.Menurut Slamet Riyadi salah seorang anggota LSM TOPAN RI aspek penyimpangan bukan di administrasi melainkan proses pengerjaannya.

“kalau secara administrasi, sepintas pekerjaan ini tidak ada hal yang menyimpang. Karena papan informasi pekerjaan sudah terpasang meskipun hanya proyek makadamnya saja sedangkan untuk proyek TPJ ( Tembok Penahan Jalan ) sama sekali tidak nampak papan informasinya,” ungkap Slamet Topan RI.”namun secara proses pengerjaannya sangat meragukan. Pekerjaan urug sirtu yang seharusnya di ratakan dengan wales sama sekali tidak ada perataan sehingga saya menduga urug sirtu tersebut tidak padat.

Dan didalam papan informasinya tertulis jelas bahwa pelaksana kegiatan urug sirtunya yakni TPK, sebenarnya dalam Permendagri 20 tahun 2018 tidak ada satu pasal pun yang menulis kata Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK ), yang ada hanyalah Tim yang membantu Tugas Kaur dan Kasi ( selaku PPKD ) di dalam melaksanakan Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa yang sifat dan jenisnya tidak dapat dilakukan sendiri,” imbuhnya.

Sementara dari pekerjaan TPJ nya, Zainal Arifin dan Hasbul menduga banyak celah yang bisa mengarah kepada tindakan korupsi.”TPJ ini dibangun tanpa melakukan penggalian pondasi sebelumnya.

Ditambah lagi batu yang dipakai saya menduga dicampur antara batu gunung padat dan batu yang dipakai untuk urug sirtu,” jelas Zainal PagarjatiSalah satu anggota ormas Pagarjati sedikit menambahkan komentar dari Zainal.”saya setuju dengan ketua saya, terlepas dari dugaan yang sudah dijabarkan ketua saya.

Papan informasi untuk TPJ itu saya sama sekali tak melihat ada dilokasi pekerjaan. Jadi secara administrasi sedikit bisa dikategorikan sebagai melanggar aturan,” sambung anggota Pagarjati.

Sampai berita ini dipublish Kepala Desa Branta Tinggi tidak bisa dihubungi ataupun ditemui untuk dimintai klarifikasinya. ( Eka )

%d blogger menyukai ini: