Lembaga KPK: Pekan Raya Bekasi Tak Lebih Dari Ajang Bisnis Sejumlah Pejabat

59

KAB. BEKASI, FOKUS BERITA NASIONAL | Pekan Raya Bekasi atau yang biasa disingkat PRB yang menggunakan uang APBD sebesar Rp. 340 juta, yang di gelontorkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, yang dimenangkan tendernya oleh PT. KEYZA PRATAMA KREASI. Terkesan menjadi ajang mencari keuntungan dari acara tersebut.

Bagaimana tidak, pengunjung harus membayar parkir 1 ( satu ) kendaraan sebesar Rp. 5000 dan tiket masuk 1 (satu) orang sebesar Rp. 5000 tidak sampai situ saja, pedagang yang berjualanpun di pungut biaya berfariative Jika kita hitung perharinya berapa jumlah kendaraan dan pengunjung yang datang berapa keutungannya yang di terima oleh (EO) EVENT ORGANIJER

Dengan anggaran Rp. 340 Juta fasilitas PRB (Pekan Raya Bekasi) tahun 2019 yang terkesan biasa-biasa saja bahkan menyulitkan pengunjung untuk datang dikarenakan tempat dan ruang parkir terkesan menyulitkan pengunjung.

Saya minta ini menjadi bahan evaluasi kedepan bagi Pemda Kabupaten Bekasi dan DPRD agar bisa bisa memahami arti dari PRB (Pekan Raya Bekasi) bahwa ajang event ini untuk masyarakat Bekasi dan memakai uang rakyat sudah sepantasnya masyarakat Kabupaten bekasi di beri fasilitas dan layanan yang terbaik, jangan terkesan menjadi ajang bisnis oleh sejumlah pejabat dengan memanfaatkan momentum PRB “Ujar ANWAR SOLEH. Ketua LKPK Kabupaten Bekasi saat di temui di kantor LKPK Kabupaten Bekasi.

tak sampai situ saja ANWAR SOLEH. Ketua LKPK Kabupaten Bekasi” mengatakan ini harus ada kepastian laporan pertanggung jawaban secara terbuka dalam penggunaan uang APBD 2019 yang di gelontorkan oleh pemenang tender acara event PRB sebesar Rp.340 dan pungutan pungutan yang sudah dilakukan oleh EO event organizer. Tutupnya.

Reporter: Latif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini