Pekerjaan Proyek Jalan Kp. Gelonggong Diduga Gagal Kontruksi “Pengawas dan Konsultannya Kemana”

60

KAB. BEKASI – FBN | Pembangunan proyek di Kabupaten Bekasi pada tahun 2019 ini begitu banyak, bahkan hampir di setiap wilayah terdapat pembangunan yang telah di anggarkan oleh APBD murni Kabupaten Bekasi.

Namun masih saja di temukan oknum pemilik (pemborong) proyek yang melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan RAB yang telah ditentukan.

Salah satunya adalah pembangunan proyek jalan yang ada di Kp.Gelonggong Desa Karang Rahayu Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi.
yang dari pantauan kami selaku social kontrol di lokasi , dengan Dugaan pekerjaan tersebut tidak memenuhi standar Operasional yang ada,
Pekerjaan yang di gelar pada Selasa malam (15/10/19).

Pekerjaan yang berlangsung menjadi tanda tanya besar , karena sebelumnya pekerjaan Jalan Kp.Gelonggong yang merupakan pekerjaan Dinas PUPR yang belum selesai (sambungan) , kemudian di lanjutkan pekerjaan tersebut oleh TARKIM (tata ruang pemukiman).

Karena di temukan dengan hasil kontrol kami , dengan lebar ruas jalan 4 M , ketinggian papan begisting 15 Cm , Karena tidak di temukannya papan proyek di lokasi yang berlangsung , sehingga begitu sulit untuk mengetahui pekerjaan tersebut.

Itu semua mengacu kepada UU No 14 tahun 2008 tentang KIP (keterbukaan informasi publik) , namun pengawas dan konsultan seakan tutup mata dengan apa yang ada di lokasi.

Pengawas dan consultan seharusnya menjadi fungsi pokok sebagai control dalam pengawasan pengerjaan namun di sayangkan tidak berfungsi dan seolah olah tutup mata di duga melakukan kerja sama dengan pihak pemborong untuk merugikan uang negara ,
Karena Ketebalan rabat beton hanya kurang dari 15 Cm.

Di temukan ketebalan tersebut hanya memiliki ketinggian beton kurang lebih 4,5 Cm dari papan begisting yang terpasang 15 Cm , di Duga Pelaksanaan jalan tersebut telah tidak sesuai dengan apa yang seharusnya.

Jelas pekerjaan ini sangat merugikan uang negara , yang seharusnya di lakukan secara normatif , namun masih berani melakukan pencurian ketebalan , yang hanya menguntungkan pihak yang bersangkutan.

Setelah cari informasi kami dapatkan dari salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya , jalan Kp.Gelonggong merupakan jalan proklamator , karena sebelum pekerjaan tersebut di gelar (TARKIM) , jalan Kp. Gelonggong Desa Karang Rahayu di kerjakan oleh Dinas PUPR , Di duga kuat pekerjaan yang berlangsung yang bersumber dari TARKIM , di duga gagal kontruksi (salah penempatan pekerjaan).

Sampai berita ini di tayangkan , Team investigasi fokusberitanasional.com terus melakukan penggalian informasi terkait pekerjaan yang ada di JL.Kp Gelonggong.
(Red)