11/29/2022
Post Visitors:89

FBN – PIDIE JAYA || salah satu Sekolah Dasar Negeri 12 di kecamatan Meuredu, Kabupaten Pidie Jaya yang sering disebut SDN Rhieng Sebelum perubahan nama, sekarang sudah menjadi SD12, pada saat ini dibawah pimpinan Irwansyah Nasruddin S.Pd, M.Pd selaku kepsek Setempat , Sabtu 26/09/2020, yang mana dalam tahun ini telah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK), untuk pembangunan gedung sekolah.

Kepala Sekolah (kepsek) SDN 12 Meuredu Irwansyah saat di konfirmasi oleh wartawan mengatakan sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Pidie jaya, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Pijay yang telah mempasilitasi turunnya anggaran DAK tahun 2020, yang mana dalam tahun ini telah membangu satu unit Ruang UKS beserta perabotnya dan satu unit jamban siswa beserta Sanitasinya, sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK)

Dalam hal ini kepsek menerangkan, proses bangunan tersebut yang diinginkan oleh pihak Dinas terkait telah mencapai target sesuai dengan anggaran, namun saat ini kalau kita lihat sudah mencapai lebih dari pada target. saat ini dalam pelaksanaannya tidak terpacu dengan penarikan uang, kalau kita lihat dari segi proses bangunan tersebut hampir siap 90% padahal penarikan uang baru 70%, Dalam hal ini kepsek juga mengatakan yang penting proyek tersebut terlaksana dengan baik, masalah uang tidak terpacu sesuai program, yang penting bangunannya kita kerjakan sesuai RAB, “terangnya kepsek pada media online.

Lanjut kepsek, dalam pelaksanaan pekerjaan bangunan tersebut diharapkan kepada element masyarakat saling mendukung sehingga bangunan tersebut tidak ada kendala dan dapat terlaksana sesuai yang kita harapkan, ”Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, pelaksanaan aman dan lancar, sesuai dengan RAB, dan diharapkan selesai sesuai dengan waktu yang di tentukan,”katanya.

Disisi lain kepsek Irwansyah S.Pd M,Pd Menjelaskan, Mengenai proses belajar mengajar tatap muka di sekolah, selama pandemi Covid-19 kita laksanakan sesuai peraturan Bupati (Perbup), Maka dalam hal ini kita harus mematuhi protokol kesehatan, seperti menyediakan westafel (tempat cuci tangan), jaga jarak, memakai masker dan juga menyediakan ther mogun (bahan Pariksa suhu tubuh) dan disekolah semua peralatan pemutus mata rantai pandemi Covid-19 sangat mamadai.

Belajar mengajar tatap muka disekolah bukan paksaan dari guru, ini Adalah permintaan orang tua siswa sesuai surat pernyataan yang telah ditanda tangan oleh wali murid masing-masing, karena proses belajar pentingnya dorongan dari orang tuanya beserta lingkungan, dan juga pemerintah, ini yang dikatakan three pusat pendidikan. “Jelasnya kepsek. (Wanis Pijay)

%d blogger menyukai ini: