Pembangunan Renovasi Sekolah SMA Negeri 1 Pedes Karawang di Duga Tidak Sesuai Dengan RAB

75

KAB. KARAWANG, FOKUS BERITA NASIONAL | Dalam rangka meningkatkan Mutu, Kualitas Sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar (KBM) Pemerintah telah menggelontorkan anggaran Rp. 2.000.000.000 (dua milyar) untuk Pembangunan Renovasi Sekolah Menengah Atas (SMA) NEGRI 1 PEDES yang beralamat di Jln Sungai Buntu Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, Karawang – Jawa Barat.

Kegiatan pekerjaan tersebut bersumber dana dari APBN dengan masa waktu pengerjaan 180 hari kerja dan di Swakelolakan.

Anggaran yang cukup pantastis besarnya tentunya harus menghasilkan pembangunan yang pantastis juga kuat, kokoh dan menggunakan bahan bahan bangunan yang berkualitas dan tidak asal bahan bangunan,.

Namun bagaimana bangunan akan kuat dan kokoh kalau pasir yang di gunakan tidak berkualitas yang tentunya akan mengurangi kekuatan bangunan itu sendiri.

Pantauan Awak Media Fokus Berita Nasional.com di lokasi Jumat (30/8/2019) selain Bahan Bangunan Pasir yang tidak berkualitas di temukan juga kejanggalan pada pekerjaan pengecoran Tiang, yang mana tiang tersebut masih menggunakan besi yang lama dan ceker ayam bangunan yang lama dan hanya di lapisi besi besi baru yang hanya di ikatkan ke besi ceker ayam dan tiang yang lama yang masih ada corannya, yang mana besi ceker ayam bangunan lama itu sendiri lebih kecil dari besi yang baru, lalu seberapa besar ceker ayam bangunan lama itu.

Sedangkan Ceker ayam dan tiang itu pondasi utama untuk menyanggah beban dan kokoh nya bangunan itu, apa lagi bangunan bertingkat harus jelas volume ceker ayam dan tiangnya, itu harus di utamakan.

Menyikapi temuan tersebut Awak Media Fokus berita nasional Jumat (30/8/2019) mencoba konfirmasi ke pihak sekolah dan menanyakan terkait temuan tersebut, namun saat konfirmasi tak satu pun dari pihak sekolah yang bisa di minta keterangannya dan terkesan menutupi seperti yang alergi kepada media, dan kepala sekolah sendiri H.Jaji Hanuji Kartaatmaja tidak berada di tempat.

Dalam menyikapi Hal ini, Sinaga, ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) Kabupaten Karawang Jumat (30/8/2019) akan melayangkan Surat ke Sekolah terkait dan Dinas Pendidikan, dan
dia pun mengatakan,

“Tidak boleh sekolah alergi terhadap media, dan harus koorperatip dalam menyampaikan dan menyikapi satu temuan yang di duga tidak prosedural dan sesusi ketentuannya, apalagi terkait pembangunan yang menggunakan uang rakyat dan terkesan ada yang di tutupi”. Ujar Sinaga

” Jangan karena sudah memasang papan plang proyek merasa Keterbukaan informasi publik sudah tergugurkan, kalau memang tidak ada kejanggalan dan sudah prosedural pengerjaannya sesuai ketentuan, ya sampaikan, jangan di tutupi. Masih ucap Sinaga.

Reporter: Juhery