Pembentukan TBUPP Terdapat Kejanggalan dan Tidak Berarti Apa-Apa

56

KAB. BATUBARA, FBN | Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM PEKAT-IB) meminta Bupati Batu Bara menggunakan akal dan pikiran dalam susunan TBUPP pimpinan Syaiful Safri yang dianggap tidak berkompeten dalam melaksanakan tugas karena ketidakpahamannya dengan kondisi Kabupaten Batu Bara saat ini.

Meski hanya sekitar 15 menit berorasi di depan kantor Bupati Batu Bara, belasan massa yang menamakan diri Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM PEKAT-IB) menyuarakan hal tersebut, Rabu (16/10/2019) sekira pukul 09.30 Wib di depan kantor Bupati Batu Bara di Lima Puluh.

Mereka mengkiritik pedas keberadaan Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) Batu Bara.

Massa meminta TBUPP besutan Bupati Batu Bara Ir Zahir, MAP jangan menjadi wadah pemuas selangkangan pribadi maupun golongan tertentu.

“Kami tidak ingin TBUPP menjadi wadah pemuas selangkangan pribadi maupun golongan tertentu”, sebut PEKAT dalam reliase diterima wartawan.

Dalam orasinya massa PEKAT melalui orator Ornando menilai kebijakan yang dilakukan Bupati seperti pembentukan TBUPP terdapat kejanggalan dan terkesan tidak berarti apa-apa.

“Masyarakat sangat kecewa karena Syaiful Safri ibarat menjilat ludah sendiri. Syaiful Safri sempat mengeluarkan ‘sumpah serapah’ tidak akan pernah menerima gaji untuk kemajuan dan kesejahteraan Kab Batu Bara. Sementara anggaran Rp 1,3 milyar lebih telah dikeluarkan untuk membayar honor TBUPP beserta 15 orang didalamnya”, tulis PEKAT lagi.

Oleh karena itu massa mendesak Bupati Batu Bara mencopot Syaiful Safri dari jabatan selaku Ketua TBUPP Kabuoaten Batu Bara yang dinilai tidak kompeten dalam melaksanakan tugas.

Mereka juga mendesak Bupati Batu Bara untuk lebih mengutamakan kepentingan pembangunan di pesisir pantai Batu Bara dan pelosok desa. Memprioritaskan pendidikan serta menekan tingginya angka kemiskinan, fasilitas kesehatan bagi rakyat miskin dan tidak mempersulit kepengurusan administrasi.

Massa juga meminta Bupati Batu Bara untuk tidak bersikap arogan dalam melakukan pembangunan di Kabupaten Batu Bara. Diminta bersikap pro rakyat bukan golongan politik.

Pantauan wartawan, aksi massa yang berjalan sekitar 15 menit sempat akan diterima oleh Asisten II Setdakab Sahala Nainggolan. Namun massa ogah menerima Sahala karena hanya ingin bertemu Bupati Batu Bara.

Setelah berkordinasi dengan jajaran Sat Intelkam Polres Batu Bara massa pun membubarkan diri dengan tertib

Dikesempatan tersebut juga terlihat beberapa rekan pers dari berbagai media lokal dan nasional.

Reporter : Supriadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini