07/06/2022
Post Visitors:68

FOKUS BERITA MELAWI – PT. Erna Djuliawati perusahaan yang mengelola hasil hutan kayu di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dan menggunakan main rood yang melintasi wilayah Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat.

Desa Nanga Kompi, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi salah satu yang dilewatinya dalam mobilisasi kayu hasil hutan yang di kelolanya ditutup sementara oleh pemerintahan Desa Nanga Kompi atas nama warga masyarakat Desa Nanga Kompi sejak Senin, (11/04/2022) lalu.

Diketahui lokasi tambang terbuka berupa material tanah dan batu yang digunakan oleh PT. Erna Djuliawati tepatnya di Km. 77 Dusun Senain, Desa Nanga Kompi untuk kebutuhan jalan perusahan.

Kepala Desa Nanga Kompi, Embang mengatakan, lokasi Quarry galian C tersebut sudah 30 tahun dikelola oleh PT. Erna Djuliawati dan belum pernah berkomitmen terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatannya tersebut.

“Perusahaan seenaknya saja mengeruk tanah dan batu diareal tersebut tanpa peduli terhadap dampak dari kegiatannya,” ujar Embang kepada media ini pada Kamis, (5/05/2022).

Masih menurut Embang, dirinya juga sudah mengadakan rapat dengan perangkat desa dan para tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda serta lembaga desa yang ada, sebagai respon terhadap dampak lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan perusahaan tersebut akhirnya bersepakat untuk menyurati PT. Erna Djuliawati dan menutup sementara dengan batas waktu sampai ada etikat baik dari pihak perusahaan untuk memenuhi tuntutan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab dan konsekuensi perusahaan
terhadap dampak lingkungan yang selama ini tidak dipedulikan oleh perusahaan.

Adapun surat penutupan sementara itu ditembuskan  kepada Bupati Melawi, Camat Sayan, Polres Melawi, Polsek Sayan dan Koramil Sayan

Ia juga mengatakan, pihaknya tidak menghitung dari berapa jumlah material yang sudah digali oleh perusahaan dari sejak itu sampai sekarang, tetapi hanya menghitung dengan nilai kepatutan yang diyakini penggunaan material tanah dan batu yang di gali dari lokasi itu jauh lebih besar, tetapi jika perusahaan juga tidak merespon apalagi tidak bertanggung jawab dapat dipastikan untuk jalan yang melintasi Desa Nanga Kompi akan di blokir.

Embang pun menyampaikan langkah-langkah yang akan ditempuh, mengingat sampai saat ini setelah dilakukan penutupan lokasi quarry tersebut belum juga ada etikat baik dari perusahaan, pihaknya akan melayangkan surat kepada Bupati Melawi untuk memanggil pihak PT. Erna Djuliawati untuk bermediasi menyelesaikan permasalahan ini.

“Saya akan melayangkan surat kepada bapak Bupati Melawi memohon agar dapat memanggil pihak perusahaan untuk memediasi permasalahan ini duduk satu meja bersama-sama pemerintahan Desa Nanga Kompi,” pungkasnya. (S Adi/Dik)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: