08/14/2022
Post Visitors:29

Karawang – FBN | Sepanjang berdirinya Kabupaten Karawang sejak Tahun 1633 Masehi, baru 21 Februari Tahun 2016 Karawang memiliki Bupati perempuan pertama dari hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang di pilih langsung oleh masyarakat, yaitu dr. Cellica Nurrachadiana.

Sepanjang perjalanan kepemimpinannya, tidak sedikit kritikan tajam dan pedas di layangkan kepada Bupati perempuan pertama Karawang tersebut, bahkan tidak sedikit yang menganggapnya lemah dalam menyikapi beberapa persoalan di Karawang.

Tapi di penghujung akhir masa jabatannya, dr. Cellica mengeluarkan suatu kebijakan yang sangat spektakuler dan di anggap sangat spekulatif, karena berurusan langsung dengan sumber pendapatan orang banyak atau perut orang banyak. Yaitu merubah tempat prostitusi Se’er yang berada di pinggiran rel perkerta apian jalan Kertabumi Karawang.

Pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan mengapresiasi langkah kebijakan Bupati Karawang yang telah berani mengeluarkan kebijakan merubah tempat prostitusi yang sudah berjalan selama 50 Tahun lamanya menjadi sarana tempat ibadah dan fasilitas majelis ilmu.

Di katakannya. “Tentu ini bukan persoalan mudah, karena berurusan langsung dengan perut orang banyak. Seperti yang kita ketahui selama ini, lokalisasi Sisi Rel (SR) atau yang biasa di sebut Se’er merupakan tempat banyak orang menggantungkan hidup, dari mulai kegiatan prostitusi, perjudian sampai peredaran minuman beralkohol.”,

“Tidak mudah bagi seorang Kepala Daerah untuk membuat kebijakan yang herhubungan langsung dengan isi perut orang banyak. Tapi berkat dorongan serta dukungan banyak pihak, akhirnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang berhasil menempuh tahapan proses alih fungsi Se’er dari lokalisasi ilegal menjadi Masjid dan sarana majelis ilmu.”, Ujar Andri.Minggu (09/08/2020)

“Sebenarnya aspirasi serta perjuangan kalangan mujahid meminta lokalisasi Se’er di bubarkan sudah sejak lama. Tapi entah apa yang membuat Pemkab Karawang selalu kesulitan membubarkan Penyakit Masyarakat (Pekat) tersebut? Bahkan sampai berganti – ganti Bupati tidak pernah berhasil.”, Herannya.

“Hingga akhirnya di akhir masa jabatan Bupati Cellica ini lah dapat di temukan solusinya. Berkat dari inisiatif, gagasan serta aspirasi beberapa kelompok masyarakat yang selama ini konsisten bergerak di bidang keagamaan. Lokalisasi Se’er dapat di alih fungsikan menjadi sarana ibadah.”, Tandas Andri.

“Saya anggap hal ini merupakan suatu kerja sama yang sangat baik antara Pemerintah dengan masyarakat. Inisiatif masyarakat di sambut baik dengan kebijakan Pemerintah, sehingga dapat tercapainya suatu tujuan yang positif serta maslahat untuk kepentingan bersama.”, Pungkasnya.

Reporter : (Topan)

%d blogger menyukai ini: