10/07/2022
Post Visitors:59
Tidak jauh dari Kantor Polsek Kota Bangko, Terlihat alat berat dilokasi tambang ilegal yang ada di Desa Mudo, para pelaku PETI tetap beroperasi tanpa merasa takut sedikitpun.

FBN – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Wilayah Desa Mudo kecamatan Bangko Kabupaten Merangin, seperti kebal hukum’ atau Aparat Penegak Hukum sudah Buta dan Tuli.

Padahal Pihak kepolisian sudah melarang penambang Emas Dompeng dan exskavator, Sampai Hari ini masih ber operasi.

Tidak jauh dari Kantor Polsek Kota Bangko, Terlihat alat berat dilokasi tambang ilegal yang ada di Desa Mudo, para pelaku PETI tetap beroperasi tanpa merasa takut sedikitpun.

Dijelaskan oleh salah seorang warga setempat yang enggan di sebutkan namanya, aktivitas PETI di Desa Modo ini masih terus berlansung hingga sekarang.

Lanjutnya mengatakan, Kerjo terus alat tu bang,” Ujar salah seorang warga Desa Mudo yang minta dirahasiakan identitasnya.
“Pada saat media ini turun ke lokasi pada hari Selasa (10/8) terlihat sangat jelas Alat di lokasi tersebut, Alat exskavator yang sedang istirahat bekerja ambil emas.

Pada saat di tanya sama pekerja, siapa punya Exskavator ini, Dia jawab punya Taad, ditanya manadia, dengan jelas dia bilang dia tidak ada disini, pak,
“ditanya siapa perwakilan nya?
, dia jawab itu pak, “siapa Namanya Her,
,”Pada media ini pangil dia, Her tidak di hiraukan, Dia lari menuju motor nya.

Sempat media ini memanggil nya, tapi Her milihat sambil berjan kencang mengabil motornya, lalu kabur, kami ikuti sampai dekat motornya ingin konfirmasi, Dia tetap lari membawa Motor nya.

Terkait hal ini media FBN jumpai Ketua LSM INRWIN Indonesia Fh,Sianturi di Merangin menuturkan, menyesalkan sikap Aparat Penegak Hukum (APH), yang dinilai seolah- olah enggan menghabiskan para pelaku dan alat berat. “Buta ataukah Tuli, dengan terlihat jelas dan tidak ada tindakan terhadap pelaku PETI yang terjadi di Desa Modo ini.

Meski pun demikian, dirinya yakin pihak APH Kabupaten Merangin tidak akan membiarkan aktivitas tambang ilegal tersebut merajalela.

“Harusnya aparat penegak hukum Merangin jangan seolah-olah tidak tau, harusnya mereka cepat tanggap untuk menghentikan aktivitas PETI tersebut, inikan jelas merusak dan banyak yang dirugikan disini. Jika Aparat Penegak Hukum bertindak tegas, saya yakin akan bisa memberi efek jera terhadap para pelaku PETI,”

Terpisah, hal tersebut media mencoba konfirmasi dengan Kapolres Merangin melalui Kapolsek Kota Bangko dengan spontan mengatakan, besok kami cek lokasi, dan ternyata adanya aktivitas PETI Kita bumi haguskan katanya.

( Yahya )

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: