11/27/2022
Post Visitors:62

FBN – KABUPATEN BEKASI || Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi pada tahun anggaran APBD 2020 ini, menargetkan perbaikan Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) atau Bebenah (Bekasi Bedah Nata Rumah) dengan sistem yang berbeda.

Untuk Kabupaten Bekasi bagi rumah yang rusak sebanyak 2.250 Unit, 360 Unit rumah dari APBD Provinsi dan 100 Unit rumah dari kementrian PUPR.

Saat di sambangi awak media Kepala Bidang Perumahan Rakyat pada Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bekasi, H. Budi Setiawan di ruang kerjanya Menjelaskan, program rutilahu salah satu program prioritas dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Di tahun 2020 ini sebanyak 2.710 Unit rumah diperbaiki, pada tahun 2021 kita rencanakan 5.000 Unit, dan kita berharap pada tahun 2022 akan lebih sedikit untuk rumah yang di perbaiki dari sumber Anggaran APBD Bekasi, APBD Provinsi Jawa barat dan Anggaran Kementrian PUPR .”Jelasnya. Rabu (16/09/2020).

Untuk program rutilahu tahun 2020 ini cukup berbeda sistem yang diterapkan, menurutnya pemerintah menganggarkan untuk per Unit Rutilahu besaran Rp.20 Juta, terhitung Rp. 17,5 Juta untuk kebutuhan Material atau barang untuk perbaikan yang dibutuhkan, Rp. 2,5 Juta untuk biaya tukang.

“Demi menjaga penyalah gunaan bantuan, maka sistem yang diterapkan lebih banyak kebutuhan material, itu juga bisa di cairkan oleh pihak material setelah ada team pengawas melaporkan dengan betul betul sesuai keadaan barang yang sudah di pakai untuk kebutuhan bangunan Rutilahu”.Ujarnya Budi.

Untuk mendapatkan program rutilahu bagi masyarakat yang tidak mampu itu tidak sulit, Budi Setiawan menerangkan yang penting tanah hak milik atau keterangan riwayat kepemilikan dengan di lampirkan surat tidak sengketa.

“Siapa saja bisa membantu tetangga, saudara dan lainnya apa bila ingin mengajukan program rutilahu, dengan membuat proposal dari pemerintah desa dan melampirkan surat keterangan tanahnya kemudian membawa proposal langsung ke kami, atau meminta pendamping desa untuk mengajukan, maka team kami yang akan survei ke lokasi untuk diverifikasi memastikan apakah layak atau tidak nya mendapatkan bantuan program rutilahu.” Ujarnya Budi.

Dirinya berharap dengan adanya program rutilahu maka masyarakat bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman, karena adanya program ini bagi warga yang memang rumahnya sangat tidak layak sehingga ini bentuk pemerintah melakukan tanggung jawabnya kepada warga Kabupaten Bekasi.

H. Budi Setiawan juga mengajak masyarakat untuk ikut serta bersama mengawasi kegiatan program pemerintah, tidak hanya di rutilahu tetapi kegiatan insfratruktur lainnya juga yang memang di anggarkan oleh pemerintah daerah, demi untuk membangun dan menjadikan Bekasi Baru Bekasi Bersih.

Reporter : (Latif)

%d blogger menyukai ini: