Pengakuan Mursal Beserta H. Ace, Terkait Misteri Tanah Wakaf Masjid

56

KAB. SUBANG, FOKUS BERITA NASIONAL | Yang sudah diberitakan sebelumnya pengakuan Drs H.Ace,.M.M.Pd untuk menghilangkan jejak patokan tanah milik Mursal Ardiansyah. Mursal sempat merusak solokan kecil yang dibangun PNPM, Minggu (08/09/2019).

Selain itu pengakuan H.Ace tanah yang di wakafkan Mursal untuk pembangunan Masjid berada di SPPT atas nama Heri No.0129,” Dasarnya ada SPPT atas nama empat orang ini yang 300 meter H.Amid, Dodi, Mamat, Heri, kata Pak Heri silahkan saya tidak akan menguasai meliki, wakafkan saja, silahkan saja pakai, ada surat pernyataan kita bangun saja Masjid, Tuturnya.

H. Ace memaparkan dasar pembangunan Masjid tersebut,” Dasarnya begini ini tanah Negara , warga Negara butuh Masjid supaya anak-anak ngaji tidak jauh bapak-bapak sholat tidak jauh terus dasarnya SPPT Pak Heri, Surat pernyataan masih ada,” papar H.Ace

Ketika dipertanyakan terkait rekom H.Ace mengatakan pihak Kelurahan Soklat sudah menyetujui pembangun Masjid tersebut, “Dari Pak Lurah (Kel.Soklat) sudah mengijinkan, jika tidak mengijinkan tidak akan dibangun, itu diserahkan ke Pak Lurah katanya silahkan saja ingin membangunmah, karna masyarakat tidak tahu jadi diakibatkan urgent jadi dibangunkan Masjid, terus kata Pak Lurah silahkan berjalan nanti rekom sekalian berjalan, iya silahkan Pak Lurah mendukung,” lanjut H.Ace.

Atas pengakuan H.Ace terkait Mursal membongkar solokan kecil pengerjaan PNPM, awak media sempat meminta keterangan Mursal, namun pihak Mursal tidak menjawab terkait pembongkaran solokan kecil tersebeut, melainkan Mursal memaparkan,”Kalau yang dulu memang bapak yang masang karna bapak belum tahu persis, pada awal pembelian tanah itu mereka yang nunjukin batas ini, karna mereka lebih dulu membangun rumah dilokasi itu,” pungkas Mursal.

“jadi pertama kali bapak beli mereka yang menunjukan batas-batas ini dodi dan H.Amid, karana kami selaku pihak pembeli karna tidak tahu, karna kami merasa bukan pihak pemilik tanah waktu itukan, namun di transaksi jual beli batas itu disebutkan, jadi batas yang didepan itu batas tanah Pemda, karna tidak ada jalan waktu itu, jadi disebutkan batas tanah Pemda, kiri tanah Hendra sebelah sini jalan gang, dibelakang itu kali (Kali Cipaku), dasar pembelian itu jadi pokoknya batas tanah pemda bukan solokan karna bukti pembelian masih ada, setelah bapak telurusi karna beranggapan mereka menggarap tanah Pemda atau tanah Korpri, makanya saya telusuri itu tanah siapa,” papar Mursal.

Pengakuan Mursal ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kel.Cigadung membuat pondasi sehingga menutup akses jalan masuk kelahan Mursal,” tiba-tuba tahun 2016 ada oknum kelurahan Cigadung, mamat dia mau membangun rumah, otomatis rencana jalan untuk bapak ketutup, bapak sempat laporan ke kantor kelurahan, jadi gimana ini ceritanya ini menutup jalan saya sedangkan mereka ini dasar pengakuan mereka menggarap ditanah pemda atau korpri,” lanjutnya.

Mursal sempat menyelidiki lahan tanah tersebut dengan mengundang petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab.Subang,” Diselidiki sama bapak ternyata tanah itu masih milik tanahnya Pak Ajo, yang bapak beli, ketahuannya kenapa setelah ada pengukuran dari BPN, sudah dua kali ploting itu tidak termasuk ada di atas tanah pemda atau korpri, bedasarkan peta yang bapak dapet dri kantor BPKD bahwa itu tidak termasuk ditanah yang beranggapan mereka itu tanah korpri atau pemda,” tuturnya.

Kemudian Mursal sempat menanyakan peta tersebut ke itansi terkait,” bapak tanya peta itu legal atau ilegal kata orang Bapemda bahkan orang itu Pak Apif itu bahwa menyatakan peta ini peta legal bisa dipertanggung jawabkan, bahkan bapak boleh menuntut ini, karna orang ini sudah masuk di tanah bapak, intinya orang lain tidak bisa masuk lokasi tanah bapak, karna sudah balik nama atas nama bapak, jadi orang lain tidak bisa masuk ditanah bapak kecuali bapak ibahkan atau bapak menjual tanah itu,” tutup Mursal.

Pengakuan beserta data yang diberikan Mursal Ardiansyah kepada awak media, SPPT atas nama Heri No.0129 tersebut terletak di wilayah tanah atas nama H.Kheru No.21, blok 6, sedangkan Masjid terletak di SPPT No.0123, diduga SPPT atas nama Dodi, Mamat, Heri, H.Amid tidak tepat dilokasi bangunan.

Reporter : Bachrie