09/27/2022
Post Visitors:39
“Hasil sidak Komisi II kemarin belum ada laporan tertulis kepada saya mungkin kesibukan kawan-kawan masih ada , tanggal 1 April akan dijadwalkan tentunya dimasukkan ke Bamus dulu seperti apa laporan tertulis Sidak Komisi II Anggota DPRD,”

FBN – Pelalawan || Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan Baharudin merespon cepat atas kejadian ikan mati di ujung kanal PT dipinggir sungai Kampar. Dikatakan Baharudin yang biasa disapa Bahar ini , merasa heran karena Masyarakat Pelalawan berasumsi itu limbah, dan pihak RAPP juga berasumsi dikernakan orang memutas terkait ini .

” Ya , Kamis, (25/3)kemarin saya memerintah Anggota DPRD Komisi II meninjau langsung ke outlet Instalasi pengolahan air limbah (Ipal) Perusahaan PT RAPP dalam hal ini
Kita menunggu hasil Laboratorium sampel air dari Dinas Lingkungan Hidup , dan hasil sampel ikan mati dari Dinas Kelautan Perikanan. Setelah itu kita panggil pihak perusahaan PT RAPP dan instansi terkait ke Kantor DPRD untuk Haering, dengar hasil pendapat ,” kata Ketua DPRD Pelalawan, Baharudin, Sabtu (27/3/2021).

Disinggung Jadwal kembali Haering dilakukan DPRD Pelalawan Komisi II ,dan hasil laporan peninjauan berapa Anggota dewan ke outlet Ipal Perusahaan PT RAPP bersama rekan Media lainnya.

“Hasil sidak Komisi II kemarin belum ada laporan tertulis kepada saya mungkin kesibukan kawan-kawan masih ada , tanggal 1 April akan dijadwalkan tentunya dimasukkan ke Bamus dulu seperti apa laporan tertulis Sidak Komisi II Anggota DPRD,” jelasnya

Sementara dikatakan , Yadi malam itu ditemukan, Selasa Malam dilapangkan sampai Rabu pukul 01: 00 dini hari kami bersama tim Umang-umang menemukan banyak mati dipinggiran Sungai kampar , Desa Sering , Kabupaten Pelalawan. Persis didepan kanal limbah perusahaan PT RAPP

Sesaat disitu tercium , air pinggir sungai Kampar tercium jelas bau menyengat air berubah cokelat kehitaman mengeluarkan asap. Sekitar 20 sampan nelayan sibuk megutip ikan mati ,ketika ditemui nelayan berpergian menghindari pompong ditumpangi tim Umang-umang. Ada apa?

“Apakah bisa baunya limbah yang sedang diolah didalam pabrik itu sama baunya dengan air sungai Kampar sana? Kebetulan sekitar pukul 01.00 Wib dini hari pasca kejadian ikan mati, saya dan rekan-rekan wartawan lain berada dilokasi itu. Pada malam kejadian itu saya hampir pingsan mencium bau air sungai Kampar dilokasi tersebut. Bahkan setelah pulang ke rumah hingga besok paginya, bau tersebut masih melekat ditangan saya,” ujar salah satu wartawan dalam kesempatan itu.

Yang sangat kami kesalkan, dikatakan Kasman manager Lingkungan Empiro PT. RAPP, ia mengatakan cuma 1 pembuangan air limbah PT RAPP, padahal ia menyebutkan ada 1 lagi pembuangan limbah , sesudah itu menyebutkan lagi ada 3 tetapi berbada yang 1 pembuang limbah APR. Yang sangat dikesalkan kenapa tidak dibawak ke Pembuaangan limbah APR ?

“Anehnya lagi, ikan yang jalah Karyawan PT RAPP persis yang dibawa tim Umang-umang ,” jelasnya kata Yadi salah satu tim umang-umang

Terpisah dikatakan Nelayan, saat dilokasi ikan diduga akibat limbah PT RAPP dikatakan Nelayan ED yang tidak mau menyebutkan nama lengkap , kejadian ikan mati disungai kampar ini sudah biasa, di Desa Sering mulai dari 2016 , 2018, sampai 2021 Tahun persis sama kejadiannya , ujarnya singkat Nelayan ini lansung pergi. (Sur)

%d blogger menyukai ini: