09/24/2022
Post Visitors:38
Ironisnya lagi, menurut DLH Kabupaten Pelalawan di saat mereka akan mengambil sampel limbah di Water Inteke (kanal limbah,red) warga menghalangi halangi mereka, kata Tohaji salah seorang Kabid di DLH.

FBN – PELALAWAN || Inilah fakta peninjauan lapangan saat wartawan media ini mendampingi kunjungan DPRD Pelalawan ke kanal limbah (Water intake,red) PT RAPP pada hari Jumat 25 Maret 2021 dimana kejadian ini menjadi sorotan tajam di ruang publik.

Diketahui bahwa dua hari setelah peristiwa kejadian ribuan ikan mati di kanal PT RAPP wartawan media ini sempat mengamati lokasi aliran air limbah di kanal PT RAPP bersama lainnya, dan dari pengamatan seharusnya pada waktu maghrib sekira pukul (18.30 wib,red) setempat tepatnya pada hari Selasa 23 Maret 2021 saat baru kejadian ribuan ikan mati di kanal PT RAPP kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Pelalawan harusnya dengan mudah mengambil sampel limbah di kanal PT RAPP tersebut, ironisnya malahan sebaliknya DLH berkilah dengan berbagai alasan.!

Namun demikian walaupun di sayangkan kinerja dari DLH Pemda Pelalawan dalam melaksanakan tugasnya saat pengambilan sampel limbah PT RAPP saat itu sudah ke esokan harinya pada Rabu 24 Maret 2021 tepatnya siang hari, menjadi sorotan tajam publik Pelalawan.

Kalau melihat panjangnya jedah waktu pengambilan sampel yang di lakukan oleh DLH Kabupaten Pelalawan dari kejadian ribuan ikan mati di kanal limbah PT RAPP menjadi tanda tanya besar di tengah tengah masyarakat dan penggiat lingkungan, ungkap Diki salah seorang tim jurnalis yang turut lakukan peninjauan saat dini hari kejadian bersama wartawan media ini.

Ironisnya lagi, menurut DLH Kabupaten Pelalawan di saat mereka akan mengambil sampel limbah di Water Inteke (kanal limbah,red) warga menghalangi halangi mereka, kata Tohaji salah seorang Kabid di DLH.

“ Kami baru bisa mengambil sampel limbah PT RAPP besok siangnya, karena baru saat kejadian ikan mati kami tidak bisa mengambil sampel limbah karena kami di halang halangi oleh warga.” kata Kadis DLH Kab. Pelalawan melalui Tohaji.

Aneh saja rasanya Dinas DLH di halang halangi warga akan mengambil sampel limbah PT RAPP, sedangkan di lokasi ada aparat kepolisian dan ke hadiran DLH ke lokasi kejadian juga atas laporan masyarakat.

“ Kami terima laporan masyarakat sekitar sekitar jam 16.00 wib, dan kami sampai di lokasi kejadian sekitar jam 18.30 wib atau magrib lah.” ungkap Tohaji Kabid DLH Kab Pelalawan.

Dari pantauan media ini di lapangan, seharusnya DLH waktu magrib itu atau saat ikan baru mati mereka dengan mudah saja bisa lansung mengambil sampel air limbah PT RAPP di lokasi kanal limbah PT RAPP itu dan tidak berdalih dihalang halangi warga, harusnya.!

Bahkan di titik pertama di pembuangan awal air limbah PT RAPP yang berada di pinggir jalan atau sebelum Pos 8, dan untuk menuju pengambilan air limbah dilokasi tersebut bahkan tersedia tangga turun.

Kemudian di titik kedua, di kanal limbah yang berada pinggir jalan menuju lokasi Water Intake, dan untuk menuju ke lokasinya pun sudah ada jalan. Bahkan lokasi kanal limbah ini saat peninjauan di lewati oleh DLH menuju Water Intake saat bertemu warga Desa Sering yang tengah demo saat kejadian itu.

Ternyata, polemik persoalan pengambilan air sampel limbah PT RAPP yang di bawa oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Pelalawan berasal dari dua titik yang di jelaskan di atas di benarkan oleh DLH saat kunjungan DPRD Pelalawan komisi II Abdul Nasib yang di pimpin oleh Wakil Ketua 1 DPRD Pelalawan Syafrizal dilokasi pembuangan limbah PT RAPP.

“ Iya memang disini kita siang tu mengambil air sampel (lokasi tower 5,red) yang harusnya diujung (hilir) kanal dan sudah kami kirim ke LAB Pekanbaru.” Jelas Kadis DLH Kab Pelalawan singkat melalui Tohaji.

(*/tim/jrc/Sur)

%d blogger menyukai ini: