Penggarap Lahan TPU, di Stop Pemerintahan Desa Suka Indah

53

KAB. BEKASI, FOKUS BERITA NASIONAL | Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang merupakan pasilitas lahan dari negara yang di berikan oleh pemerintah, dengan di harapkan bisa dimanfaatkan nya sebagaimana mestinya oleh masyarakat.

Salah satunya Lahan TPU yang berada di Desa Suka Indah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.”Luas TPU ini sekitar 43 Hektare, “Ungkap Dede Sulaeman dari LSM Perkota Nusantara, yang juga sebagai LPM di Desa Suka Indah, saat di konfirmasi di lokasi TPU, pada Rabu (24/7/19).

Menurutnya ” kami selaku perwakilan dari Desa Suka Indah mencoba menertibkan agar tidak ada petani yang menggarap dulu, karena ada konflik di antara dua belah pihak yang belum terselesaikan sebagai penggarap, karena lahan TPU ini sudah lama di manfaatkan warga untuk bercocok tanam padi.

Sementara menurut Dede, jumlah petani penggarap sekitar 30 orang, dan sistem sewa kelola lahan ini per setiap musim tanam hingga panen, selanjutnya ada tahapan lagi.

“Kepala Desa Telah menerima mandat dari Dinas Tata Ruang dan Permukiman (TARKIM) Kab Bekasi, namun petani yang menggarap lahan TPU ber asumsi bahwa Kepala Desa Tidak punya wewenang dalam lahan TPU ini, “Ungkap Dede.

Kaitan dengan Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kab Bekasi, kata Dede pihak Desa Suka Indah sudah mengundang dalam rangka musyawarah ini, namun sampai saat ini belum hadir juga,” Pungkasnya

Keterangan seorang warga setempat, yang berposisi sebagai penggarap, sementara tidak di perbolehkan dulu menggarap,” saya di larang dulu menggarap oleh orang desa, karena lahan ini mau di musyawarah kan”Ucapnya.

Keterangan Kepala Desa Suka Indah, ketika di konfirmasi oleh FokusBeritaNasional.com di kantornya mengatakan, bahwa dirinya sebagai kepala desa sebatas mengamankan jangan sampai terjadi sesuatu yang bermasalah,namun ketika dirinya di pertanyakan tentang berapa sewa pakai lahan garapan per hektare nya?, dirinya menjawab sekitar 5 juta rupiah permusim tanam, “Ujar Kades.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 9,Tahun 1987 tentang penyediaan penggunaan tanah untuk keperluan tempat pemakaman.

Namun ketika di sindir adanya seseorang yang menggarap lahan sampai 20 hektare per orang, Kades menjawab saya tidak tahu, nanti saya cek dulu, jawabnya.

Reporter: Latif