Penggiat Lingkungan Hidup, “Tantang Caleg Ikut Bersihkan Sampah di Kali”

55

BEKASI, FOKUS BERITA NASIONAL.COM | Budaya, peradaban dan kemajuan seperti yang dicapai negara Singapore sekarang ini merupakan hasil kerja keras, pantang menyerah serta disiplin yang tinggi. Pengawasan dan Law-Enforcement sangat ketat dan tegas. Singapore sebagai negara dan penduduk kecil menyadari posisinya, ia harus punya daya saing dan keunggulan.

Pada pasca kemerdekaan, Singapore mengalami suasana permasalahan lingkungan dan sampah seperti yang dihadapi daerah-daerah di Negara Indonesia saat ini. Sekitar tahun 1970an sampah sampah tercecer dan dibuang di sembarang tempat, termasuk ke sungai dan kali. Yang menimbulkan sejumlah penyakit menyerang warga Singapore.

Pada suatu fase muncul pemerintahan baru dan mulai membenahi sistem tata kelola pemerintahan, termasuk tata kelola lingkungan dan persampahan. Cerita yang sangat menarik, bahwa rakyat meminta setiap calong wakil rakyat atau calon legislatif harus ikut dan masuk ke sungai yang kotor penuh sampah, warna hitam pekat dan sangat bau. Supaya mereka merasakan baunya sampah.

Tujuannya agar mereka peduli dan merasakan dan melihat secara langsung, bahwa disekitarnya memiliki banyak lingkungan yang kotor, kumuh akibat sampah yang masuk sungai. Dampaknya, pemandangan jadi sangat buruk dan ancaman yang sangat berbahaya dengan berbagai macam penyakit.

Demikian diungkapkan pejabat otoritas National Environmental Agency of Singapore pada peserta Studi Pengelolaan Sampah di negeri itu pada April 2019. Akibatkan desakan masyarakat dan kemauan keras pemerintah Singapore, para calon wakil rakyat masuk ke sungai yang penuh limbah/sampah yang sangat kotor dan bau.

Implikasinya pandangan calon wakil rakyat, eksekutif dan masyarakat berubah sangat cepat. Mereka semakin peduli terhadap lingkungan hidup dan persampahan. Lingkungan yang bersih akan berdampak tercipta dan terlindungai kesehatan masyarakat. Selanjutnya menciptakan kondisi yang bersih, indah dan nyaman. Kemudian secara pasti para turis, pelancong dan investor dari berbagai negara berdatangan ke Singapore. Kini negeri ini menjadi tujuan utama para investor dunia dan merupakan negara yang sangat diperhitungkan di dunia.

Bagong Suyoto, Ketua Umum Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI), ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPBAS) dan Anggota Dewan Pengarah dan Pertimbangan Pengelolaan Sanpah Nasional (DP3SN). mengatakan kepada Fokus Berita Nasional. Minggu (31/3/2019)

Calon wakil rakyat jangan pura-pura tidak tahu atau masa bodoh terhadap persoalan sampah dan lingkungan di depan mata. Masyarakat harus memaksa mereka untuk ikut atasi persoalan sampah. Juga perlu ditekan agar mereka masuk ke sungai atau kali yang penuh sampah. Jangan hanya petugas kebersihan saja yang masuk ke sungai atau kali membersihkan sampah, melainkan wakil rakyat juga harus bersihkan sampah tersebut.

Oooh itu bukan tugasnya bung? Namun permintaan dan tekanan dari masyarakat ini ditujukan pada calon wakil rakyat atau calon legislatif. Masyarakat ingin tahu seberapa besar tingkat kepedulian Calon Wakil Rakyat terhadap permasalahan lingkungan hidup dan persampahan. (Red-FBN)