Perlu Peningkatan Peran Orang Tua Siswa Dalam Pengawasan Dana BOS

58

KAB. BATUBARA, FOKUS BERITA NASIONAL | Perlunya Peningkatan Peran serta para Orang Tua Siswa Untuk melakukan Pengawasan terhadap penggunaan Dana BOS di Sekolah

Para media, lsm, dan orang tua siswa harus lebih kritis mengawasi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar terciptanya transparansi “BOS”.

Dengan berdiam diri transparansi penggunaan tidak akan terwujud dengan baik.

Kemendikbud RI sudah transparansi mengenai dana BOS ke sekolah – sekolah di tanah air. Namun, keterbukaan dana tersebut kerap berhenti di tingkat sekolah yang memiliki kewenangan otonomi atas pemanfaatan BOS tersebut, “ujar Erwin saat berdialog pagi di warkop Tanjung Tiram bersama Sekretaris DPC Komunitas Pemantau Korupsi Nusantara (KPKN) kabupaten Batu Bara Erwanto, Sabtu (21/09/2019).

Informasi, mengenai penggunaan hanya di ketahui oleh kepala sekolah (kepsek), bendahara, operator, kemungkinan komite sekolah, dan tidak semua guru mengetahui Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS), yang di antaranya tidak melibatkan orang tua siswa yang juga berhak mengetahui penggunaan dana BOS tersebut ke pihak sekolah, akan tetapi hal ini sering kali diabaikan, karena anak-anak mereka justru mendapat sanksi dari pihak sekolah. Akibatnya, banyak orang tua siswa memilih diam agar pendidikan anaknya tidak terganggu.

“Orang tua siswa jangan merasa takut, kalau melihat pelanggaran pemakaian dana “BOS”,tanyakan kalau perlu laporkan, ” ungkapnya

Menurut Erwin, Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 menjamin masyarakat menerima informasi dari pejabat publik, termasuk mempertanyakan keterbukaan penggunaan dana BOS.

“Untuk itu orang tua siswa jangan merasa takut terhadap kepala sekolah” pinta Erwin.

Kedepan harus bisa kita rubah. Bagaimana sistem yang selama ini tertutup. Harus dilakukan lebih transparan.

Reporter: Supriadi