11/27/2022
Post Visitors:89

FBN – KARAWANG || Tanggul irigasi di dusun cioter desa jatimulya kecamatan pedes, dikeluhkan petani karena khawatir jika sewaktu waktu tanggul tersebut jebol dan merendam pesawahan. Rabu (16/09/20).

Dimasa musim orea atau masa pertumbuhan tanaman padi, suplai air memang diperlukan. Akan tetapi, jika pesawahan terendam air, pastinya hal tersebut tidak baik dan akan merusak tanaman hingga menyebabkan gagal panen.

Tanggul irigasi di dusun cioter desa jatimulya kecamatan pedes, kondisinya sangat memprihatinkan. Dikarenakan, tanggul tersebut sering jebol dan sangat meresahkan petani jika sewaktu waktu tanggul tersebut kembali jebol dan berdampak pada terendamnya pesawahan.

Leman (71) selaku petani di dusun cioter RT 01/02 yang mempunyai sawah satu hektar 600 are disamping irigasi mengatakan jebol tanggul setiap tahun, seandainya tanggul itu jebol, pasti terendam semua sawah. Pentingnya supaya beres jangan sampai Jebol lagi jebol lagi setiap tahun. Pemerintah tolong diperhatikan.

H. Ujang (74) selaku petani desa jatimulya yang mempunyai sawah sebanyak enam hektar, mengeluhkan keadaan tanggul tersebut yang sering jebol. Dampaknya susah kalau mau nandur mau orea, jadi terendam sawahnya. Untuk harapannya supaya dibetulkan tanggulnya supaya jangan sampai leber airnya dan dibutuhkan juga pengerukan. mohon diperhatikan jangan sampai sawah para petani terendam.

Ki Ageng Johana Kusuma atau yang lebih akrab disapa bah gelung selaku tokoh masyarakat dusun cioter desa jatimulya, mengatakan kepada media bahwa betul para petani mengeluh bagaimana caranya untuk menangani tanggul yang sering jebol setiap tahun, atau setiap datang air apalagi dimusim hujan. Jadi harapan petani ini minta perhatian dari pemerintah, begitupun pihak PUPR untuk menangani pendangkalan.

Memang itu sudah dikeruk tahun 2019, cuman hanya sebelah pengerukannya. Jadi sebelahnya tidak dikeruk makanya yang sebelah itu tanahnya sangat dangkal dan ketebalannya hampir sama dengan tanggul.

Masih kata Bah Gelung, dirinya menceritakan saat tanggul itu jebol pada hari minggu 13 september, dirinya antusias dengan masyarakat dan petani bergotong royong dengan alat seadanya supaya bisa untuk memperbaiki tanggul tersebut. Bahkan, dirinya juga menyatakan kekecewaan kepada kordinator waker PUPR kecamatan pedes, harus benar-benar kerjanya dalam pemantauan irigasi karena dia yang lebih berhak.

Kemarin waktu jebol waker satu orangpun tidak ada, sampai ditunggu sampai selesai enggak datang. Datang sesudah selesai, harusnya siapkan karung cadangan untuk ngarungin tanah dan disusun. Minta fungsi kerjanya tolong diperbaiki untuk waker PUPR kecamatan pedes.

Dalam kesempatan tersebut, media sempat menyambangi kediaman Komarudin selaku koordinator waker PUPR kecamatan pedes di dusun salam satu desa karang jaya, terkait tanggul yang jebol di dusun cioter desa jatimulya. Dirinya mengatakan ada yang memberi kabar, tapi tidak terangkat. Dan dirinya juga mengatakan bahwa dalam perbaikan tanggul tersebut dia mengetahui sedikit tapi sesudahnya.

(Unay Clozaril)

%d blogger menyukai ini: