Petugas BPBD Bersihkan Pohon Tumbang Yang Menimpa Sampan Nelayan

54

BATUBARA, FOKUS BERITA NASIONAL | Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batubara membersihkan sejumlah akar dedauan pohon haru yang tumbang di Kelurahan Bagan Arya, Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara Selasa hingga Rabu, (16-17/07/2019).

Akibat angin kencang didaerah pesisir pantai itu, mengakibatkan satu buah sampan motor milik warga setempat rusak ditimpa pohon haru besar. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian warga nelayan ditaksir jutaan rupiah.

Kepala BPBD Batubara Muhammad Nasir Yohanan mengatakan peristiwa kejadian angin kencang itu terjadi pada senin siang. Akibat ditimpa pohon, satu unit sampan motor milik warga setempat rusak. Sedangkan lokasi kejadian sudah dibersihkan oleh petugas BPBD Batubara.

“Sekarang akar dan dedaunan yang menimpa sampan milik warga itu sudah dibersihkan, sisa pepohonan yang tumbang itu juga sudah dibersihkan oleh petugas kita”, Ujar Kaban BPBD Batubara Muhammad Nasir Yohanan melalui sambungan telpon seluler, Rabu (18/07/2019).

Nasir mengatakan, warga di Batubara diminta untuk tetap waspada, sebab, bencana alam didaerah kapan saja bisa terjadi, oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan agar ketika ditimpa bencana kita terlebih dahulu sudah mempersiapkan diri

“Sekecil apapun bencana yang datang itu tetap kita waspadai, untuk itu disarankan kita tetap berhati- hati”, himbau Nasir.

Saat ini, kata Nasir, perubahan intensitas harian cuaca sering terjadi disejumlah daerah. Perubahan cuaca itu, menurutnya akan mempengaruhi kondisi cuaca yang dapat menimbulkan curah hujan dari perubahan yang terjadi.

Pada daerah tertentu, kata Nasir Jika curah hujannya deras, daerah itu akan terjadi rawan banjir, oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.

“Didaerah kita ini, ada sejumlah lokasi yang rawan banjir, seperti Kecamatan Sei Balai, Kecamatan Lina Puluh dan air putih. Didaerah ini, jika intensitas curah hujan tinggi, maka akan menyebabkan banjir akibat antaran air dari daerah dataran tinggi”, jelas Nasir

Reporter: Supriadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini