08/11/2022
Post Visitors:25

FBN – KARAWANG || Proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karawang terus bergulir. Awal Bulan September 2020 sebagai penentu ketetapan pasangan calon dan koalisi Partai Politik (Parpol). Meski pun sampai saat ini belum ada satu pun yang sudah fix berpasangan dan koalisi.

Pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan pada saat di minta pendapat perihal prediksinya mengenai Pilkada Karawang, sambil melemparkan senyum ringan menjelaskan. “Yang namanya prediksi itu bukan suatu kepastian, tapi siapa pun sah – sah saja mengutarakan prediksi politiknya. Apa lagi akhir – akhir ini peta politik Pilkada Karawang sudah mulai sedikit terbuka ke ruang publik.”,

Andri juga menjelaskan. “Dari beberapa figur yang sudah memplokamirkan diri bakal maju pada perhelatan politik 9 Desember 2020 nanti sudah secara vulgar mengeluarkan statement soal keyakinannya akan berpasangan dan koalisi dengan pihak tertentu, bahkan secara terang – terangan mempublikasikan photo bersama.”,

“Tetapi, bagi saya kalau belum adanya ketetapan yang pasti seperti adanya surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing – masing Parpol, bukan suatu kepastian yang harus di yakini. Namun sah – sah saja kalau dari sekian banyak figur meyakini atas keyakinannya masing – masing.”, Tandas Andri.

“Dalam politik praktis, segala sesuatunya bisa jadi mungkin dan bisa jadi tidak mungkin, karena politik praktis itu sangat dinamis. Jangankan berhitung waktu Bulan. Minggu, hari, bahkan jam pun bisa saja berubah konstelasinya.”, Katanya.

“Justru saya memprediksi, untuk rekomendasi bakal ada yang turun di injury time atau last minute. Hal ini nanti yang dapat merubah peta politik sesungguhnya. Sebab pelaksanaan Pilkada di situasi yang masih belum normal karena pandemik Covid – 19 atau Virus Corona seperti sekarang ini juga sangat menentukan.”, Terang Andri.

“Bagaimana tidak menentukan. Jika pada umumnya Pilkada di laksanakan dalam situasi normal, dengan adanya kampanye terbuka, sosialisasi tatap muka dengan masyarakat. Kali ini hal – hal demikian di tiadakan, sebagai bentuk antisipasi penyebaran Virus Corona.”, Ujarnya.

“Sehingga dengan begitu, pemenang Pilkada akan sangat sulit di prediksi. Bisa saja akan ada kuda hitam yang sebelumnya tidak terprediksi menang, bahkan di prediksi bakal maju saja tidak yang muncul sebagai pemenangnya.”, Yakinnya.

“Kalau sekarang bicara siapa yang bakal menang, saya anggap masih sangat terlalu prematur. Pastikan saja dulu nanti di awal atau pertengahan Bulan September 2020, siapa saja yang mendapat rekomendasi Partai yang memenuhi syarat minimal dukungan Parlemen, yaitu 20% dari jumlah kursi Parlemen Karawang, dan saya meyakini, semua rekomendasi Partai akan turun di last minute.”, Pungkasnya.

*Topan*

%d blogger menyukai ini: