12/03/2022
Post Visitors:60

FBN – Merangin || Plt Bupati Merangin H. Mashuri mengikuti jalannya video comfrence (vidcom), penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian dan Lembaga serta Buku Besar Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2021.
Vidcom pemberian DIPA dan TKDD 2021 oleh Presiden RI Jokowi tersebut, diikuti H. Mashuri yang masih dalam kondisi sakit dari ruang kerjanya di Kantor Bupati Merangin, mulai pukul 10.00 Wib hingga tuntas, Rabu (25/11).

“Alhamdulillah semua rangkaian acara dapat saya ikuti. Ada empat fokus yang ditekankan Bapak Presiden pada acara penyerahan DIPA dan TKDD 2021 itu,” ujar H. Mashuri dengan nafas sedikit sesak.

Pertama jelas H. Mashuri, penanganan kesehatan, masih dalam penanganan Covid-19 yang diutamakan untuk persiapan vaksin Covid-19. Penguatan dan pengembangan sarana dan prasarana kesehatan termasuk laboratorium.

Fokus kedua, berkaitan dengan pemberian perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Tekanan ekonomi akibat Covid-19 berdampak besar bagi masyarakat kurang mampu dan rentan.

Untuk ketiga lanjut H. Mashuri, yang menjadi perhatian Presiden Jokowi mengenai program pemulihan ekonomi. Pandemi Covid-19 dinilai juga telah memberikan tekanan bagi pelaku usaha.

“Tentunya program pemulihan ekonomi ini, sangat mendukung terhadap UMKM dan dunia usaha. Ini sangat kita apresiasi sekali, dimana di Merangin sendiri banyak usaha yang ‘gulung tikar,” terang Plt Bupati.

Sedangkan fokus keempat, dalam penggunaan anggaran juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk reformasi structural, sehingga menciptakan pondasi yang kuat bagi berbagai sektor.

Total dana transfer daerah dan Dana Desa sebesar Rp 795,5 triliun. Alokasi belanja tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan prioritas pembangunan di berbagai bidang.
Diantaranya bidang kesehatan sebesar Rp. 169,7 triliun, pendidikan Rp. 550 triliun infrastruktur Rp. 417,17 triliun perlindungan sosial Rp. 408,8 triliun, ketahanan pangan Rp. 99 triliun, pembangunan tekonologi informasi Rp. 26 triliun. (PERI).

%d blogger menyukai ini: