11/29/2022
Post Visitors:55

FBN – JAMBI ||

Terkait ratusan sangkar berisi barbagai jenis burung yang di lepaskan Polsek Pasar terminal rawasai, yang di bawa dua mobil jenis avanza plat BM 1236 CM warna hitam dengan BM 1701 CM warna putih tgl 8 september 2020 lalu mengundang pertanyaan publik.

Beberapa orang pengunjung terminal rawa sari meminta kapada kapolda jambi jugake BKSDA untuk pertanyakan apa dasar Hukum yang digunakan polsek pasar sehingga jenis burung sebanyak itu di lepaskan, soalnya waktu kami melihat saat pemilik burung mengeluarkan beberapa sangkar burung dari mobilnya (tidak semua di bongkar) terlihat ada burung Tublek, Gelatik, jalak kerbau dan burung kecil tidak tau burung apa namanya itu kata mereka.

Lanjut mereka, kita sebagai warga curiga, bahwa yang di keluarkan itu, sudah kelihatan jenis burungnya, tapi yang tinggal di dalam mobil, itukan tidak kelihatan bisa saja itu burung yang mahal atau yang di lindungi, jangankan melihat kedalam mobil, wartawanpun dilarang polisi mem fotonya, sebenarnya polisi tidak boleh melarang wartawan mengabadikan itu soalnya itu tugas mereka yang di lindungi UU Pers, setelah wartawan pergi kukasi taunya sama polisi, pak! Itu wartawan dan balik polisi bertanya wartawan apa dia itu! Aku tidak tau tutur seorang pengunjung terminal rawasari tidak mau di tulis namanya. Dan untuk saat ini kapolsek belum dapat di komfirmasi.

Lanjut mereka, Polsek Rawa sari seharusnya berkordinasi kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk memastikan apakah jenis jenis burung yang di bawa pemilik termasuk yang dilindungi? Jadi akibat polsek pasar melepaskan ratusan sangkar burung itu, dan demi kebenaran Hukum diminta kepada bapak kapolda Jambi juga kepada BKSDA agar mepertanyakan kenapa burung sebanyak itu di lepas. Pinta mereka. (Lukman S)

%d blogger menyukai ini: