12/03/2022
Post Visitors:88

FBN – Jakarta || Wawancara Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si yang didampingi oleh Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, SIK, MSi., Kakor Sabhara Baharkam Polri Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian R Djajadi, Karo Paminal Brigjen Pol Hendra Kurniawan. Selasa 15/12.2020.

Yang berlokasi di Lantai I Gedung Bareskrim Polri Jakarta, acara tersebut dihadiri dari beberapa media diantaranya SCTV, Kompas TV, CNN TV, INews, TV One, Metro TV, Berita Satu Trans 7,Jawa Post TV, dan Media Online serta Diliput oleh tim PID dan Multimedia.

Terkait penanganan perkara Penyerangan Pengawal MRS Kepada Petugas Polri. Dan dapat dijelaskan bahwa rekonstruksi yang dilakukan pada tadi malam merupakan bagian dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri.

Artinya rekonstruksi yang dilakukan bukanlah hasil final, namun nantinya apabila terdapat temuan baru terkait dengan penambahan keterangan informasi saksi maupun bukti lainnya tentu saja tidak menutup kemungkinan dapat dilanjutkan kedalam tahap rekonstruksi lanjutan.

Dapat ditekankan bahwa dalam rekonstruksi yang dilakukan Polri selalu bekerja secara profesional, transparan dan objektif.

Dalam hal ini Polri selalu melibatkan rekan-rekan media dan rekan-rekan dari pengawas eksternal, yang dalam hal ini Polri mengundang Komnas HAM dan Amnesty Internasional dari tim kontras dan tim parsial serta Kompolnas, walaupun yang datang hanya dari Kompolnas Polri tetap menghargai independensi rekan-rekan pengawas eksternal lainnya.

Dan selain itu di dalam setiap kegiatan Polri selalu didampingi oleh pengawas internal yaitu Divisi Propam Polri.

Tentunya untuk perkembangan penyelidikan selanjutnya bahwa Polri selalu membuka ruang apabila terdapat informasi ataupun saksi baru yang memahami dan mengetahui peristiwa yang terjadi untuk dapat dilakukan pemeriksaan dan menjadi tambahan dalam kelengkapan penyidikan.

“Polri akan terus menjaga transparansi dan profesionalisme maka di setiap perkembangan kasus ini ada dilakukan update. Rekonstruksi adalah bagian dari penyidikan, tentunya terhadap temuan baru penyidik selalu menerima apabila hal tersebut berhubungan langsung dengan temuan di lapangan dan saksi akan diakomodir, karena hak ini merupakan bagian dari profesionalisme.” ujar Listyo.

Adapun proses yang ditangani saat ini terkait dengan adanya laporan penyerangan terhadap petugas namun tentunya penyidik akan mendudukan dalam posisi yang jika ada pendapat lain akan tetap dihargai. Dan kasus ini sedang berproses dan diserahkan kepada penyidik Bareskrim Polri untuk terus dilanjutkan sehingga hasil akhir penyidikan dapat betul-betul dipertanggung jawabkan.

(Red-Sirlani)

%d blogger menyukai ini: