Presiden Jokowi Minta Antisipasi Kemungkinan Dampak Fenomena La Nina Di Indonesia

17

FBN – Jakarta|| Presiden Joko Widodo meminta jajarannya, untuk bersiap mengantisipasi adanya peningkatan curah hujan di Indonesia akibat fenomena anomali iklim La Nina. Dalam data BMKG menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadi, adanya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia sebesar 20 hingga samapai 40 persen di atas normal.

Laporan yang saya terima dari BMKG, fenomena La Nina diprediksi akan menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia akan naik 20-40 persen di atas normal, terang Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai Antisipasi Bencana Hidrometeorologi melalui konferensi virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, (13/10/ 20).

Secara khusus, Kepala Negara menginstruksikan jajarannya untuk segera menghitung potensi apa dampak yang ditimbulkan kepada sejumlah sektor seperti pertanian, perikanan dan perhubungan.

Dengan peningkatan curah hujan, yang tidak biasanya meningkat diantara 20 sampai 40 persen itu bukan kenaikan yang kecil jelasnya.

Kepala Negara Jokowi Dodo, juga meminta agar informasi mengenai perkembangan cuaca terus disampaikan se-segera mungkin kepada seluruh provinsi di Indonesia. Dengan itu, pemerintah daerah dapat secara optimal mempersiapkan langkah-langkah dalam pencegahan, untuk mengantisipasi hal – hal terjadinya pemicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan adanya tanah longsor.

Saya minta untuk disebarluaskan informasi, mengenai perkembangan cuaca secepat-cepatnya ke seluruh Provinsi dan Daerah sehingga tahu semuanya sebetulnya curah hujan bulanan ke depan ini akan terjadi kenaikan seperti apa, jelasnya.( relis setpres**Red )