oleh

Pria Dibawah Umur Diduga Jadi Korban Fitnah Oleh Sepasang Suami Istri Warga Dusun yang Sama

FBN # MUARA ENIM – Seorang Remaja benama Pindo Ptra Randika,Umur 16 Tahun Bin Suryadi.Agama Islam Pekerjaan Turut Orang Tua Warga Dusun III Desa Tanjung Kemala Kecamatan Lubay Kabu Paten Muara Enim Sumatera Selatan Pada Hari Rabu (14/04/2021).

Sekitar Pukul 10.30 wib Sehabis mandi di Sungai batang hari Jernih Tempat pemandian Warga Kampung tersebut ketika Pindo Putra Randika,kembali Kerumah bersama 1.Orang Teman nya tiba-tiba seorang Laki-Laki bernama Endang. Yang masih bertetangga mendatangi Rumah kediaman Pido Putra Randika, Kebetulan Kakek dari Pindo, bernama Suryadi 63 Tahun sedang berada di Rumah Cucunya ini ketika itu Endang Bertanya Kepada sangkakek Tersebut, Ucapan Endang dengan Suara lantang Pindo, Kembalikan Pakaian dalam Bini aku.

Sang kakek bernama Suryadi, bertanya ada apa Endang jawabnya Mang Pindo, maling, pakaian dalam Biniku jawab Suryadi, apa Bentuknya Endang, jelaskan sehelai BH di Ambilnya di Sungai saat bini aku lagi cuci pakaian di sungai, kalau tidak dikembalikan katanya tunggu saja akan kububuk ngan tangan ku Ijak-Ijak.

Namun untung saja saat itu  Pindo, yang di tuduh Endang sedang tidak berada dirumah rupanya mendengar Suara. Endang marah-marah, Datanglah warga tengga bernama Himalaya,67 tahun ada apa ribut-ribut ini kata Himalaya, Jawab Endang, Pindo Cucu mamang ini ngambil,kutang bini aku menurut bahasa Endang,ucap Himalaya,kau itu jangan mudah nuduh nuduh orang bagai mana kalau tidak terbukti nanti terjadi Fitnah,mendengar itu Endang,meninggalkan tempat,

Belum lama kemudian datang lagi Istri Endang,Rusneti,hendak menuju Ke rumah Pindo,melintasi Rumah,Ny,Midarti,yang berjarak sekitar 20 meter ditanyakalah Oleh Medar, kemanatu, Jawab, Rusneti, Pindo anak Suryadi itu,maling kutang,aku saat aku cuci pakaian di Sungai Jerenih,kata Midarti,ai Tidak munkin karena Pindo,itu Bujang kecik Rusneti,masih tetap ngotot menuduh Pindo,yang mengambil barang Pakaian dalam tersebut. Tegas Midarti.

Belum lama kenbalilah Pindo, Kerumah, ketika di tanya Oleh sanak keluarga apa kah benar Pindo,kau mengambil Pakaian dalam wanita milik Istri Endang,benama Rusneta, Jawab Pindo Putra Randika, aku mandi bersama Temanku untuk apa aku ambil barang yang seprti itu apakah diri kuini pernah maling mencuri benar benar bai menuduh seperti itu Kata Pindo.

Kemudian dikarnaka dirinya dan keluarga besarnya merasa Dayus malu dituduh ileh Sepasang suami Istri tersebut  Untuk sementara pada malam harinya melaporkan persoalan ini ke Kadus,III Desa Tanjung Kemala bernama Ujang,setiba di tempat Ujang,dirinya tidak bisa memprosesnya katanya Coba temui Sekretaris Desa,begitu sampai di rumah Sekdes ia mengatakan ini urusan wewenang Kepala Desa berhubung Pjs Kades tersebut jauh barada di Desa lain sekitar menempuh perjalanan belasan Kilometer tepaksa tertunda besok harinya dihubungi lagi ternyata Pjs,Kepala Desa Tanjung Kamala tengah tedak ada ditempat menurut keluaganya ia berpergian ke Batu Raja Oku.

Mendengar informasi tersebut Pindo Putra Randika,bersama
Orang tua dan keluarga Sepakat kasus ini di Laporkan Ke pihak yang berwajib melalui Team Operasional Penyalamatan Asset Negara Ripublik Indonesia TOPAN-RI Wilayah Hukum Sumatera Selatan maka pada hari kamis 22/04/2021 TOPAN-RI Mendampingi korban bersama Orang Tuanya melaporkan Persoalan tersebut ke pihak Kepolisian Polsek Rambang Lubay Resor Muara Enim menghadap Kanit Reserse Polsek Rambang Lubay,menyerahkan Kasus Tersebut agar di tindak lanjuti Baik secara hukum maupun Secara Kekeluargaan.

Adapun ketika itu Kanit Polsek Rambang Lubay menyarankan masalah ini meskipun belum di Proses namun untuk mencari penyelesaian yang terbaik kita Ciba lakukan midiasi secara Kekeluaragaan pada hari Sekasa 27/04.2021 betempat di Balai Desa Tanjung Kemala nanti kita hadirkan Kepala Desa Tanjung Kemala dan Babinsa dari Polsek Rambang lubay Serta diantara Keduabelah pihak,akhirnya midiasi di laksanakan pada hari Kamis 06/05.2021 bertempat di Kantor Desa Tanjung Kemala di hadiri Pjs,Kepala Desa Tanjung Kemala Babinsa dan Ketua BPD Desa Tanjung Kemala.

Namun midiasi yang di lakukan Tersebut tidak berhasil dan tidak menemukan kata kesepakatan untuk berdamai lantaran mereka antara pihak yang di tuduh dan yang menuduh menemukan jalan buntu karena yang diduga terjadi korban fitnah tersebut menuntut Kompensasi atas pencemaran nama baik korban dan keluarga besar korban yeng dilakukan sepasang suami istri menurut korban dirinya sejak terjadinya di tuduh mencuri dirinya terhambat segala Aktivitas Seperti ambil upah harian dan termasuk pekerjaan Orang Tua seperti motong karet, jadi pendapatan hasil kerja kami Rp 100 Ribu perhari sejak ada persoalan ini lebih dari 1 bulan macet total dan pengeluaran Uang Ongkor sudah beberapa kali Rental Mobil,Rp.250.hingga 300 Rubu perhari,dan uang yang tak terduga lainnya jika dihitung lebih dari 5 juta rupiah kata Paijo,Orang tua korban sedangkan anak kami dan dikeluarga ini telah tercemar atas nama baik kami. Tuturnya.

Berangkat dari situ Wartawan Fokus Berita Nasional mengkonfirmasi warga lingkungan melakukan wawancara di Warga lingkungan Dusun III Desa tanjung kemala ada beberapa Warga yang mengungkapkan bahwa yang bernama Rusneti Istri Endang, tersebut sering terjadi perang mulut dengan Tetangga lantaran suka menuduh tetangganya sendiri melakukan perbuatan yang tidak terpuji ada beberapa kali terjadi,yang dilakukannya seperti ini tegas warga

Imbuhnya lagi jika persoalan ini tidak segera di atasi yang sesuka hatinya munuduh orang lain atau pencemaran namabaik terhadap orang lain bisajadi akan terulang lagi seperti ini sedangkan ucapanya itu tidak dapat di buktikan bukan tidak mungkin akan memancing kemarahan siapapun yang dituduhnya. Tandasnya. ( Sirlani )

Komentar

Fokus Berita Nasional