11/30/2022
Post Visitors:98

FBN – ROKAN HILIR || Team Investigasi TOPAN-RI DPD ROHIL mendapati aduan masyarakat terkait Proyek Irigasi yang menelan anggaran kurang lebih 20 Miliar Rupiah sampai saat ini masih belum selesai alias masih dalam pemeliharaan dan perawatan.

Perihal tersebut, Team Investigasi langsung turun kelapangan untuk pengusutan lebih lanjut. Proyek irigasi ini terdapat disejumlah titik di Dusun Bakau Akit, Kepenghuluan Sungai Panji-Panji, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Jumat, 19/09/2020.

Dalam investigasi itu turut hadir, Team TOPAN-RI beserta jajaran, awak media, Tokoh masyarakat, dan ketua Kelompok Tani.

Saat investigasi dilapangan, Team Investigasi banyak mendapati proyek irigasi disejumlah titik diantaranya SP3, SP4 dan SP8 yang rusak parah alias bangunan sudah ambruk. Dan juga SP yang lainnya juga tidak pernah disentuh dalam hal pemeliharaan ataupun perawatan.

Padahal menurut Sianturi selaku Ketua Kelompok Karya Tani mengatakan, “pintu primer dan sekunder dari irigasi Itu tidak sesuai kepengukurannya sebab Ketinggian tanah dan pintu harus disesuaikan Untuk Supaya bisa mengendalikan air darat dan air laut. Kemudian proyek irigasi yang dibangun pada tahun 2019 ini sudah banyak yang rusak, seperti SP 3, SP 4 dan SP8 sampai saat ini tidak pernah ada pemeliharaan/perawatan.

Dan juga, kenapa air mentok dan meningkatnya debit masuk kesawah masyarakat, sebab operasional perawatan dan pencucian parit tidak pernah dilakukan oleh PT. Tarum Jaya Mandiri sejak peroyek itu dibuat”. Jelas Sianturi

Perihal proyek irigasi ini, Lukman Nur Hakim selaku Team Investigasi juga ikut menegaskan, bahwa PT. Tarum Jaya Mandiri tidak bertanggung jawab dengan proyek telah dibangun. Padahal Perusahaan ini masih memiliki tanggungjawab pemeliharaan dan perawatan terhadap proyek irigasi ini. Akan tetapi PT. Tarum Jaya Mandiri sampai saat ini dipertanyakan peran dan tanggungjawabnya sebab dibeberapa titik proyek ini sudah banyak yang rusak dan ambruk”. Tegas Lukman

Terkait Pemeriksaan, Lukman Juga menyinggung pihak yang berwenang sebagai pemeriksaan yang pernah turun ke lokasi yang bernama (Samosir). Ia mengatakan, ada pihak yang katanya sebagai pemeriksa dari proyek ini juga perlu dipertanyakan tugasnya. Sebab kenapa PT. Tarum Jaya Mandiri ini tidak ditindak tegas. Lukman juga menambahkan, pihak-pihak yang terlibat dari proyek irigasi yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah ini diduga adanya Indikasi Korupsi. Ia minta Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) untuk segera proses Pihak PT. Tarum Jaya Mandiri beserta pihak yang terlibat”. Pungkas Lukman.

(Ahmad Oki)

%d blogger menyukai ini: