12/03/2022
Post Visitors:109

FBN – KABUPATEN BEKASI || Pembangunan Sekolah yang di anggarkan oleh pemerintah di SMAN 1 Sukakarya , Jl. raya sukamakmur, kecamatan sukakarya, kabupaten bekasi, di duga dikerjakan dengan asal jadi.

Pasalnya saat awak media datang ke lokasi kegiatan, tidak adanya pengawasan baik dari dinas maupun pihak sekolah yang ada di lokasi, padahal kegiatan itu di anggarkan oleh pemerintah dimana seharusnya ada pengawasan agar pembangunan menjadi maksimal.

Saat dikonfirmasi kepada salah tukang (pekerja) yang enggan menyebutkan namanya, dirinya sudah bekerja selama kurang lebih 2 (dua) bulan, dan tidak adanya arahan kerja dari siapapun.

“Saya bekerja sudah hampir kurang lebih dua bulan, dari pihak sekolah maupun luar tidak ada yang mengarahkan, karena dalam kegiatan ini tidak ada mandor.”Terangnya Kepada awak media Minggu(13/09/2020).

Tidak hanya itu, saat di pertanyakan pengecoran/beton lantai atas yang belum lama baru selesai, dirinya menjelaskan bahwa pengecoran atau beton memakai manual atau molen kecil.

“Dari tiang, lantai atas semua pakai manual, tidak pakai beton batching plant , karena itu sudah Perintah pihak sekolah”,Ujarnya salah satu tukang yang ingin di lindungi namanya.

Disindir standar pengecoran manual, Dirinya kembali menjelaskan, “kami bekerja hanya sesuai apah yang di perintahkan oleh pihak sekolah, yang sering di sapa bang Haji, dirinya yang melakukan perintah kepada tukang.”Terangnya.

Miris pembangunan yang seharusnya berjalan dengan maksimal ini di sinyalir tidak sesuai spek, Pekerjaan yang di ketahui melalalui papan proyek dengan nama kegiatan rehabilitasi 7 (tujuh) ruang kelas, pelaksana sewa kelola, nilain kegiatan Rp. 845.940.000 (Delapan ratus empat puluh lima juta sembilan ratus empat puluh ribu), dengan sumber biaya dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2020, dengan jangka waktu kegiatan 90 (sembilan puluh) hari, masih saja di duga adanya oknum yang memanfaatkan demi keuntungan dan kepentingan pribadinya.

Reporter : (**Tif)

%d blogger menyukai ini: