Menu

Mode Gelap

Fokus Berita Daerah · 28 Okt 2020 12:15 WIB ·

PT. Berjaya Tapioka Indonesia, Ugal-Ugalan Membeli Harga Singkong, Ada Perbedaan Harga Antara Lapak Dan Masyarakat


					PT. Berjaya Tapioka Indonesia, Ugal-Ugalan Membeli Harga Singkong, Ada Perbedaan Harga Antara Lapak Dan Masyarakat Perbesar

FBN – Lampung Timur || Ratuaan petani singkong yang tergabung dalam Persatuan Petani Singkong Lampung Batang Hari Nuban Kabupaten Lampung Timur, berunjuk rasa ke pabrik singkong PT. Berjaya Tapioka Indonesia Desa Kedaton Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur, Kamis(28/10/2020).

Mereka menuntut agar pihak perusahaan menaikkan harga singkong serta menurunkan peresentase refekasi (potongan karena pada barang ada kesalahan mutu).

Dimana, untuk di PT. Berjaya Tapioka Indonesia harga beli singkong Rp. 720 dengan refaksi sebesar 20 persen untuk jenis Kasesa dan 18 persen untuk jenis Thailand.

“Kami menginginkan agar harga beli pabrik paling rendah Rp 1.000 dan refaksi maksimal 14 persen,” ujar Iwan, salah satu koordinator aksi.

Dengan kondisi rendahnya harga beli singkong oleh perusahaan, membuat para petani menjerit. Sebab, hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya tanam, pemupukan hingga biaya panen.

Sementara itu, pak saat selaku perwakilan PT. Berjaya Tapioka Indonesia meminta waktu 3 hari untuk membahas permintaan mengaku jika harga beli sudah menjadi ketentuan di perusahaan.

Untuk besaran refaksi, lanjut saat itu dilihat dari kualitas singkong. ”Karena ada singkong yang rusak, ada bonggol dan tanah. Makanya ada potongan itu (refaksi),” katanya.

Dia menjelaskan, akan berkoordinasi dengan pimpinan pusat perusahaan mengenai tuntutan para petani tersebut.

Nanti kami akan koordinasikan dengan pimpinan perusahaan yang ada di pusat nanti nya kami akan memberi tau kepada pihak perusahaan ke masyarakat.terangnya

Aksi unjuk rasa berakhir setelah Kapolsek Hadir dan salah satu perwakilan Aksi setempat tiba dilokasi dan memfasilitasi tuntutan petani terhadap perusahaan.

“Dari hasil mediasi, kita berikan waktu sepekan kedepan untuk perusahaan apakah dapat mengakomodir tuntutan petani atau tidak. Tapi saya berharap bisa diakomodir,” ujar ismail .

Bahkan salah satu tokoh pemuda masyarakat kedaton Topron ini menegaskan akan memimpin aksi lanjutan para petani, jika tuntutan mereka sama sekali tidak diindahkan perusahaan.

Selain itu tentutan masyarakat ke perusahaan selain meminta kenaikan harga singkong, perusahaan harus mengambil langkah aroma bau yang mengganggu pernapasan warga sekitar area pabrik akibat bau limbah yang sangat menyengat .

Kami minta agar perusahaan cepat mengambil keputusan mengenai limbah di perusahaan PT berjaya tapioka Indonesia ungkapnya.

(Imron)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kapolresta Pekanbaru Lakukan Kunjungan Kerja Dalam Rangka Peninjauan Kegiatan Gerai Vaksin Polsek Tampan

28 Januari 2022 - 10:10 WIB

Patroli Blue Light Cegah Kejahatan C3 Yang Sangat Meresahkan Masyarakat

28 Januari 2022 - 09:56 WIB

Camat Habazoh Sudah Bosan Menjadi Camat Pamenang

28 Januari 2022 - 09:47 WIB

Kapolda Kalbar Hadiri Silaturahmi Merah Putih, Ajak Masyarakat Bersama-sama Jaga Ketertiban dan Keamanan

27 Januari 2022 - 21:37 WIB

Tim Biro Rena Polda Riau Lakukan Study Kelayakan Peningkatan type Polsub Sektor Gunung Toar dan Polsub Sektor Inuman Menjadi POLSEK

27 Januari 2022 - 19:20 WIB

Sinergi Dan Kerjasama Dalam Berantas Narkoba, Kapolda Riau Berkunjung Ke Ka BNNP

27 Januari 2022 - 14:59 WIB

Trending di Fokus Berita Daerah