PT. Bukit Barisan Indah Permai “Tidak miliki Fasilitas Klinik dan Transportasi Ambulan” Ini Kata Ketum LSM BRANTAS

69

FOKUS BERITA NASIONAL | KABUPATEN MUARO JAMBI – Ketua Umum DPP LSM BRANTAS berkunjung ke Perusahaan Bukit Barisan Indah Permai (BBIP) Desa Bukit Barisan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Senin (11/3/2019)

Dalam rangka menanggapi adanya pengaduan dari salah satu karyawan PT. BBIP km 46. Yang mengeluh dengan fasilitas perusahaan serba kekurangan dalam Standart Oprasional Perusahaan (SOP) Baik kepada Karyawan maupun lingkungan masyarakat.

Marzuky.z saat di konfirmasi awak media Fokus Berita Nasional.com di kantor DPP LSM BRANTAS. Kami sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi pada karyawan PT. BBIP, yang terbilang salah satu perusahaan besar di Muaro Jambi.

Marzuky sangat menyayangkan kok PT. sebesar ini, tidak menyediakan Kendaraan Mobil Ambulance dan Klinik. Seakan-akan perushaan hanya membutuhkan tenaga karyawan saja, tapi tidak memperhatikan kesehatan karyawan”. Pungkasnya.

Menurut keterangan Humas dari PT. BBIP Basyid, kalo masalah ibu dari sukur karyawan kami, kebetulan ibunya bukan karyawan di perusahaan kami. Dan juga sukur tidak memberitahukan kepada kami tentang kejadian yang di alami ibunya.

Untuk masalah Klinik, kita memang sudah mengupayakan untuk mendirikan Klinik. Kalo untuk mobil ambulance kita memang belum ada. Tapi dulu ada mobil yang di gunakan untuk mengantar karyawan yang sakit. Saat ini mobil tersebut dalam ke adaan rusak, dan biasanya kami juga menggunakan mobil yang ada disini”. pungkasnya.

Sukur saat di temui Fokus Berita Nasional.com. Sabtu (09/4/2019). Dirinya mengatakan kepada awak media, bahwa pihak perusahaan tidak melayani karyawan dalam hal kesehatan. Sukur “kami bekerja disini merasa kecewa pak,” dalam hal kesehatan. Dengan melihat banyaknya karyawan disini, jika ada di antara kami ada yang sakit keras, kami merasa kesusahan dengan tidak adanya mobil ambulance dan klinik di lingkungan perusahaan ini.

Seperti yang bapak lihat, saat ini ibu saya yang sakit keras hingga meninggal di lama mes, karena tidak adanya alat transportasi seperti mobil yang di sediakan oleh perusahaan”. Pungkasnya. (Andi Feri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini