oleh

PT. Chevron Pacifik Indonesia Menjadikan Pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi Menjadi Proyek

FBN # RIAU – Menurut pakar lingkungan hidup Dr Elviriadi, Jika PT Chevron Pacifik Indonesia dengan persetujuan SKK Migas sengaja tidak melakukan pemulihan fungsi lingkungan hidup pada lahan masyarakat dan kawasan hutan yang tercemar limbah B3, hal ini menyebabkan pencemaran tetap terjadi yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu lingkungan hidup atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Berdasarkan UU No.32 Tahun 2009, serta mempedomani pasal 55 dan pasal 56 KUHP, PT Chevron Pacifik Indonesia dan SKK Migas serta pihak pihak yang menyebabkan tertundanya pemulihan lahan masyarakat yang tercemar minyak bumi PT Chevron Pacifik Indonesia dapat dituntut pidana paling singkat 3 tahun, serta denda paling sedikit 3 milyar.

Kemudian terhadap badan usaha dapat dikenakan pidana tambahan antara lain perampasan keuntungan yang diperoleh dari tindak pidana, perbaikan akibat tindak pidana, pewajiban mengerjakan apa yang dilalaikan tanpa hak.

Tahun 2018 hingga saat ini PT.Chevron Pacifik Indonesia pernah melakukan pembersihan dengan menggunakan cangkul,sekop dan angkong tetapi tidak efektif dan menimbulkan pencemaran semakin meluas”tegas Sipangkar Ketua LPLHI DPW Propinsi Riau.

Yang menjadi pertanyaan saya-red Sipangkar apakah PT.Chevron Pacifik Indonesia sengaja melakukan pekerjaan berulang ulang supaya mendapatkan keuntungan yang besar dari cost recovery,sehingga menjadikan pemulihan TTM (Tanah Terkontaminasi Minyak) sebagai Proyek.

Perkara lingkungan hidup bukan kategori delik aduan, sehingga aparat Penegak Hukum dapat memproses dugaan tindak pidana yang dilakukan PT CPI dan SKK Migas tanpa harus menerima pengaduan masyarakat yang lahannya masih tercemar Limbah B3 PT. Chevron Pacific Indonesia. (Suwandi)

Komentar

Fokus Berita Nasional