08/11/2022
Post Visitors:30

FBN – Muara Teweh || Mendasari amanah rapat kordinasi yg difasilitasi oleh Pemda Barut tgl 18 Des 2020 dan Komitmen Pernyataan sikap yang ditandatangani Direktur PT. Indexim Utama Corporation (IUC) tertanggal 01 Des 2020, PT. Indexim berharap kedepan semua pihak bisa membangun komunikasi yang lebih baik dengan semua pihak.

Wakil General Manager H. Supri Mulyono dalam wawancara khusus dengan focusberitanasional.net mengatakan sepakat, bahwa masalah ini ditutup dengan perdamaian bersama.

“Kami kembali lagi meminta maaf apabila hal ini melukai hati Masyarakat Agama Hindu Kaharingan, harapan kami setelah permasalahan ini selesai, dengan kebesaran hati adalah kuncinya, PT. IUC sudah berjanji dalam surat pernyataan sikap tidak akan menebang kembali wilayah Gunung Peyuyan, maka kami akan mendukung dengan memprogramkan Areal yg dianggap sakral tersebut sebagai Kawasan yang mempunyai Nilai Konservasi Tinggi (NKT)
Unntuk dijadikan kawasan lindung atau peningkatan status lainnya sesuai koordinasi Masyarakat dan Pemkab Barito Utara untuk Pengelolaannya,” Papar H. Supri.

Sesuai Amanah Mentri Kehutanan terkait SK IUPHHK Ijin PT. Indexim Utama, pihak perusahaan tidak punya kewenangan untuk melepas atau mengeluarkan areal tersebut, untuk proses pelepasan kawasan dan permohonan hal kelolanya, maka para pihak harus berperan serta aktif bersama-sama dengan pemda Kabupaten Barito Utara mengikuti proses alur birokrasi yang sudah ada di tentukan langkah langkahnya oleh Peraturan Pemerintah dalam perundang undangan.

“Kami ucapkan terimakasih kepada ORMAS Fordayak dan Koalisi Ormas Barut, yang telah memfasilitasi Silaturahmi minggu kemaren, semoga kedepan kita bisa membangun komunikasi yang lebih baik, demi mewujudkan kenyamanan di semua pihak,” pungkasnya.

(Leny)

%d blogger menyukai ini: