02/02/2023
Beranda » PT. JJP Vs Koperasi Seribu Kubah Saling Lempar Tanggungjawab Terkait Plasma, “Hak Masyarakat Hilang”
Hukum

FBN – ROKAN HILIR, RIAU || Team Investigasi TOPAN-RI DPD ROHIL saat melakukan Investigasi dilapangan mendapati hasil wawancara awak media bersama Manejer Kebun Operasional PT. Jatim Jaya Perkasa terkait Pembagian Plasma. Senin, 31/8/2020. Pukul 12.18 WIB.

Pendi selaku Menejer Kebun Operasional PT. Jatim Jaya Perkasa ketika dikonfirmasi terkait pembagian Plasma, ia mengatakan bahwa MoU sudah selesai dan sudah ditandatangani Bupati dihadiri Pejabat-Pejabat yang hadir pada waktu itu.

Ia juga menambahkan, masalah pembagian plasma Pihak PT. Jatim Jaya Perkasa tidak ikut campur tangan melainkan sudah diserahkan ke Pihak Koperasi Seribu Kubah.”Kalau pembagian plasma ini kita MoU sudah selesai pak sudah clear. Bupati sudah menandatangi dihadiri oleh pejabat-pejabat yang hadir pada waktu jadi sudah clear.

Jadi masalah pembagian kami tidak artinya campur tangan, itu adalah hak dari ketua koperasi. kami hanya mengola untuk tanaman kelapa sawit” jelas Pendi.

Lukman Nur Hakim selaku Team Investigasi TOPAN-RI DPD ROHIL menyampaikan kepada awak media, bahwa pernyataan Manejer Operasional Kebun PT. Jatim jaya perkasa adalah Hoax alias tidak bertanggung jawab.

Sebab saat dikonfirmasi kepada Pihak koperasi seribu kubah, Pimpinan Koperasi Seribu Kubah menanggapi pernyataan Fendi itu tidak benar sama sekali.

Dengan adanya pemberian keterangan palsu oleh Menejer Operasional PT.Jatim Jaya Perkasa melanggar Pasal 27 Ayat 3 UU ITE.”Saya menanggapi masalah ini ialah masalah yang serius. Ini adalah penipuan terhadap masyarakat Kubu dan kuba yang memiliki hak terhadap plasma itu.

Saya mengesalkan kepada pimpinan PT. Jatim Jaya Perkasa kenapa sampai detik ini plasma itu belum dibagikan kepada masyrakat.

Dan juga, informasi yang diberikan oleh menejer itu palsu Alias Hoax”. Ungkap Lukman.Lukman juga menambahkan, Dengan adanya pemberian keterangan palsu oleh Menejer Operasional PT.Jatim Jaya Perkasa melanggar Pasal 27 Ayat 3 UU ITE. “keterangan Palsu yang diberikan oleh Menejer Operasional Kebun PT. Jatim Jaya Perkasa bisa melanggar UU ITE Pasal 27 Ayat 3 tentang pencemaran baik”. Pungkas Lukman.

Ahmad Oki selaku Sekjen Badan Legislatif Mahasiswa Hipemarohi-Pekanbaru juga ikut menuturkan terkait Plasma Ini. Ia mengatakan, dengan adanya statement saling lempar antara Pihak PT. Jatim Jaya Perkasa dengan Pimpinan Koperasi Seribu Kubah bisa menghilangkan kejelasan terhadap hak masyarakat Kubu dan Kubu Babussalam Khususnya.”Ini simpang siur sekali.

Adanya saling lempar statement antara pihak JJP dengan Pihak Koperasi Seribu Kubah. Dengan hal ini, masyarakat 1.842 KK yang memiliki hak terhadap plasma ini tidak lagi jelas akibat statement saling lempar itu”. Ungkapnya.

Sekjen Legislatif Mahasiswa ini juga menambahkan, kepada masyarakat yang memiliki hak terhadap plasma ini silakan tuntut hak mereka kepada Pihak PT. Jatim Jaya Perkasa.
“saya meminta kepada masyarakat Kubu dan Kubu Babusaalam segera pertanyakan dan tuntut PT. Jatim Jaya Perkasa ini terkait kejelasan Plasma ini”. Pungkasnya. (Ahmad Oki)

You cannot copy content of this page

%d blogger menyukai ini: