11/30/2022
Post Visitors:102

FBN – SERANG, BANTEN || Program Pemerintah Kabupaten Serang Banten dalam hal Percepatan Pembangunan Infrakstruktur Jalan melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang dengan paket pekerjaan Peningkatan Jalan Penghubung Tanara 2020-2021,dengan lokasi pekerjaan di Kecamatan Tanara Kabupaten Serang Provinsi Banten, dengan nilai kontrak tertera Rp: 24.7500.000.000.00 dengan waktu kontrak 480 ( Empat Ratus Delapan puluh ) hari kalender.

Proyek dengan nomor kontrak :620/17.PK.3702245.U/SPK/MY. TNR/PPK-BM/DPUR/2020 yang dikerjakan oleh PT.MAHIRA BANGUN PERSADA dengan konsultan pengawas dari PT.INKONEKSIIZI KONSULTAN, dengan jenis pekerjaan Betonisasi Jalan, Sumber Dana DAU- APBD Kabupaten Serang Tahun anggaran 2020-2021 yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan di sinyalir dikerjakan asal jadi.

Namun pada pelaksanaanya para Aktivis dari lintas kelembagaan menduga kuat dikerjakan asal jadi, hal ini terjadi karena minimnya pengawasan dari pihak terkait dan telah terjadi pembiaran dari pihak pengawas, faktual dilapangan pada pekerjaan minor saja item Tembok Penahan Tanah kuat dugaan tidak sesuai spek, terjadi pelemahan kontruksi banyak kejanggalan pada pengerjaan Tembok Penahan Tanah ( TPT ), faktual yang terlihat dilokasi pekerjaan di duga telah terjadi pengurangan volume ketinggian pondasi TPT yang terkesan dipangkas, minimnya adukan semen pada pemasangan batu yang juga terkesan pasangan batu nya hanya di tumpuk tumpuk dan terlebih lagi pada pondasi kerap terlihat seperti lubang tikus, lain hal penggunaan material batu juga di duga menggunakan batu dengan kuallitas rendah atau batu koreng.

Hal ini secara terang benderang diungkap Fahrur Rozi selaku aktivis pemerhati pembangunan dari salah satu Lembaga yang ada di Banten, se-usai dirinya tinjau lokasi kegiatan, Rabu(16 /10/20)

Bukan tanpa alasan dirinya tuding PT. MAHIRA BANGUN PERSADA diduga kerjakan proyek asal jadi, lantaran faktual dilapangan banyak kejangalan.
” Parah! ulah oknum pengusaha nakal yang hanya memikirkan keuntungan semata ini demi untuk memperkaya diri sepertinya sengaja telah berbuat curang, me-ngurangi ngurangi kwalitas dan kwantitas pekerjaan, mereka kerjakan proyek asal asalan begitu, lihat! hasil pekerjaan di tahap minornya saja seperti pada item TPT tadi saya sinyalir telah terjadi pelemahan kontruksi, lah wong pasang batunya juga di tumpuk tumpuk gitu hingga berlapis lapis, minim adukan, ya hasilnya terlihat jelas banyak berlubang ya bak lubang tikus, belum lagi kwalitas batu yang di pasang kelihatan jelas batu koreng dengan harga rendah” ungkapnya

“Kridibilitas perusahaan ini patut di pertanyakan, tembok penahan tanah memiliki peran penting lho, jangan dikerjakan asal asalan, fungsinya untung menjaga kestabilan struktur, jadi perlu dikoreksi dan jangan dibiarkan dikerjakan asal asalan begitu, harus sesuai tekhnik pemasangan” imbuhnya kepada awak media.

Sangat di sayangkan saat tim akan konfirmasi lebih lanjut, pihak pihak terkait yang harusnya bertanggung jawab belum bisa di temui untuk dapat diwawancara.

(Syarifuddin)

%d blogger menyukai ini: