PTLSa TPST Bantar Gebang Segera Dioperasikan

62

FOKUS BERITA NASIONAL | KOTA BEKASI – Suatu model proyek pembakit listrik tenaga sampah (PLTSa) segera dioperasikan di TPST Bantargebang. Proyek yang didanai APBN itu merupakan kerja sama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kemesristek Dikti dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2018.

PLTSa tersebut berkapasitas lebih 50 ton/hari, merupakan proyek riset dan pengembangan (R&D). BPPT membantu pemerintah dalam pengolahan sampah, dalam konteks ini menggunakan teknologi thermal.

Pengerjaan proyek PLTSa diperkirakan mencapai 80%, dan sebentar lagi akan dioperasikan. Bersamaan dengan pengoperasian PLTSa tersebut, Tim Riset BPPT persiapkan suatu studi dan try out penyiapan teknologi sortir sampah kapasitas 50 ton/hari.

Bahan baku PLTSa atau sejenis incinerator, memanfaatkan sisa-sisa sampah. Dalam konteks ini merupakan sampah yang tidak punya nila ekonomis. Kedua, bahan baku diperoleh dari aktivitas mining sampah lama pada zona-zona tidak aktif yang berumur belasan tahun.

Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) dan Koalisi Persampahan Nasional (KPNas) Selasa (12/3/2019). Bagong Suyoto menegaskan, bahwa sampah yang akan masuk ke insinerator plant benar-benar sampah sisa sortir atau yang tak punya nilai ekonomis. Sehingga tidak menggangu ladang pekerjaan pemulung, pelapak dan warga sekitar yang bekerja di sektor persampahan.

APPI dan KPNas sangat concern terhadap pekerjaan orang-orang kecil, seperti pemulung. Apa pun alasannya atau argumentasinya orang miskin dan pemulung harus diberi ruang untuk cari nafkah dan melanjutkan kehidupan dan tingkatkan taraf hidupannya. Perjuangan APPI dan kpnas sangat jelas dan tegas. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini