Pudin Ariwibowo Ketua DPC LKPK Kab Cianjur “Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan”

73

KAB. CIANJUR, FOKUS BERITA NASIONAL | Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Cianjur, untuk mempertanyakan kembali laporan terkait surat Konfirmasi dan Audensi yang di layangakan beberapa waktu lalu, tentang adanya dugaan penyimpangan Pada kegiatan yang di kelola Dinas Pendidikan.

Dari mulai pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas (RKK) dan Ruang Kelas Baru (RKB) begitu juga pada kegiatan sejumlah Pengadaan yang di nilai tidak Transparan. Atas dasar temuan yang kami sampaikanenumpuk dikantor kami, ini semua karena Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan terhadap semua kegiatan, yang ada lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, Selasa (17/12/2019)

Namun Sangatlah di sayangkan kedatangan, Lembanga LKPK ke Dinas Pendidikan Cianjur tidak membuahkan hasil, di karenakan Kepala Dinas Pendidikan beserta sejumlah bawahannya sedang ada kegiatan di luar, padahal jadwal pertemuan antara Disdik dengan LKPK sudah jelas melaui via Washtap, yang di jadwalakan pertemuan pada hari selasa, namun di sayangkan salah satu stap Pak Iwan yang memberi kabar pertemuan dengan LKPK tidak masuk kantor karena dengan alasan Sakit.

Ketua DPC LKPK Kabupaten Cianjur Pudin Ariwibowo mengatakan, kepada Tim fokusberitanasional.com, sangat di sayangkan Pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciajur di nilai tidak profesional dalam menerima Tamu, Kami sebagai tamu harus di tanya dengan baik, layaknya seorang respsesionis, bagaimana memperlakukan seorang Tamu, dan tidak tebang pilih siapapun itu tamu nya harus di layani dengan baik, Bapak dari mana, ? Apa yang perlu saya bantu ? Mau bertamu atau berkunjung kesiapa, silahkan isi dafar buku Tamu, ? Silahkan bapak duduk dulu biar saya liht dulu, ?

Artinya ketika tamu itu datang, sudah tau dan Identitasnya, sudah tercantum dalam buku tamu, Nama, dan tujuannya no tlp dan lainya, Itu kan yang seharusnya di lakukaan, Bukan bersikap ketus seoalah olah kedatangan Kami berkunjujung ke Dinas Pendidikan Mau menggangu, atau hal yang menakutkan, kedatangan tamu dari Lembaga, Ormas, atau wartawan, atau mungkin itu perintah atasan terhadap bawahan yang di terapkan, kalau ada Lembaga dan wartawan datang bilang saja kepala Dinas Sedang di luar, atau dengan alasan lain biar tamu tidak datang lagi ke Dinas Pendidikan, bagaimana Dinas pendidikan mau berprestasi baik dari bawah segi pelayanan sudah jelek, Tegasnya.

Pudin Ariwibowo juga menambahakan” Tujuan dari kedatangan Kami dan Rekan rekan bukan tanpa alasan yang jelas, pihaknya ke Dinas Pendidikan selain Silaturahmi untuk menanyakan tidak lanjut surat Audensi yang telah di sampaikan oleh pihaknya dan tak ada kunjung kabarnya, begitu juga dengan semua temukan dilapangan yang di nilai banyak penyimpangan, yang akan kami sampaikan ini bukan opini tetapi betul betul hasil investigasi rekan rekan di lapangan, bagaimana Kepala Sekolah bisa menjalankan kinerja dengan baik kalau dari Dinas itu sendiri sudah seperti ini, Dinas pendidikan tempat bermuara para Guru guru dan lainya, kami sangat prihatin di lapangan masih menemukan sekolah yang jauh dari perawatan, padahal sudah jelas dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) itu salah satu item jelas ada buat perawatan, yang jadi pertanyaan dibenak kami lalu di kemanakan uang perarwatan untuk bangunan sekolah, yang cukup besar itu??

Dikatakannya, berkas surat Audensi ini sudah lama mengendap di tangan pihak Dinas Pendidikan, tanpa ada jawaban pasti yang serius, kendati pihaknya selalu menanyakan surat tersebut, namun jawaban dari Dinas Pendidikan Surat masih di Meja Kepala Dinas belum sampai ke Bidang, padahal kami sudah cantumkan kontak Tlp namum tidak pernah di hubungi, yang saya herankan seorang Kepala Dinas Pendidikan pemangku jabatan tidak bisa memerintahkan kepada bawahannya untuk memberi jawaban, atau balasan surat yang kami lanyangkan, yang lebih parah nya lagi bagaimana dengan seorang yang berkepentingan dan butuh tanda tangan kepala Dinas atau kepentingan lainnya meraka harus mondar mandir ke Dinas Pendidikan jelasnya,

Pudin Ariwobowo meminta supaya pihak Dinas Pendidikan dapat menangapi hal tersebut dengan serius, agar permasalahan pelayanan dapat ditingakatan dengan baik, ini dapat segera terungkap. Lanjutnya, jika pihak Dins Pendidikan Kabupaten Cianjur idak serius untuk menangani permasalahan ini, dalam pelaporaon baik dari Lembaga maupun Masyarakat terkait adanya penyimpangan penyimpangan yang di lakukan oleh oknum oknun Dinas Pendidikan maka pihaknya akan meneruskan temuannya ke Aparat Pengak Hukum, (APH) Kepolisan, Kejaksaan, Ucap nya.

Pudin Ariwibowo megatakan, Beliau berharap agar Dinas pendidikan Kabupaten Cianjur, bisa bersikap tegas, dan meningkatkan pelayan terhadap siapapun yang bertamu, Kami menilai Dinas Pendidikan tidak profesional dalam melaksanakan pelayanan terhadap pelaporan dari Lembanga dan Masyarakat, itu semua akibat lemahnya pengawasan Dinas Pendidikan , Pungkasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini