11/29/2022
Post Visitors:84

FBN – PIDIE JAYA || Saat ini pelayanan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Ulim kabupaten Pidie Jaya sudah mulai beraktivitas normal, Sebelumnya Puskesmas ulim terpaksa ditutup sementara, karena adanya pegawai di puskesmas tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan demikian, pusat layanan kesehatan di tingkat kecamatan itu harus didisinfektan.

Plt Kepala Puskesmas Ulim Kamaruddin S.K.M M.Kes, didampingi Oleh Mirzakia S.K.M mengatakan selesai isolasi selama 14 hari baru kita evaluasi kembali, maka pada hari ini Senin 28/9/2020 pelayanan puskesmas Ulim mulai bertugas seperti biasa, dengan dibukanya kembali pelayanan di Puskesmas Ulim memudahkan masyarakat mengakses pelayanan kesehatan kembali di wilayah kecamatan Ulim, pasca dua pekan kita hentikan sementara waktu untuk menjaga masyarakat agar tidak menular virus terhadap warganya.

PLT kepala puskesmas Ulim mengharapkan masyarakatnya yang berobat dapat mejalankan protokol kesehatan (Prokes) agar tidak tertular virus corona, Kepada petugas yang memberikan pelayanan diharapkan memakai Alat pelindung diri (APD) dan prokes dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, harapnya Kamaruddin.

Sebelumnya Puskesmas Ulim diaktifkan kembali, kami juga melakukan Penyemprotan disinfektan itu merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19, dalam pelaksanaan Penyemprotan ini kami juga di bantu oleh pihak polsek dan Koramil kecamatan Ulim, sebagai wujud bersama dalam kepedulian muspika Ulim, katanya.

Selanjutnya wartawan menjupai , Ketua Pusdalop Gugus Tugas Covid-19 Pidie Jaya Okta Handipa ST, M Arch saat konfirmasi menjelaskan, harapan kami kepada petugas puskesmas Ulim agar menggunakan Alat Pelindunganb Diri (APD) dalam melayani pasien, kemudian masyarakat juga waspada agar hati-hati baik dalam rumah maupun di ruangan lain harus mengikuti protokol kesehatan, sebagai mana yang telah ditetapkan tentang pentingnya protokol kesehatan

Dalam hal ini ketua tim Gugus Covid-19 Okta Handipa menjelaskan, pelayanan kesehatan yang positif terpaksa kita tutup sementara waktu dan kita alihkan ke Puskesmas terdekat, itu perintah dibawah dinas kesehatan (Dinkes), sedangkan kita tim gugus hanya mendapat informasi dari Dinkes, mareka yang melakukan hal seperti itu kita hanya mendukung, Ungkap Okta diruangan saat konferensi pers. (Wanis Pijay)

%d blogger menyukai ini: