12/03/2022
Post Visitors:25

Mediasi tidak temukan titik terang , indikasi oknum hakim ada main.

FBN – Razman Arif Nasution atau DR RAN dalam konferensi persnya menyampaikan akan kawal permasalahan terkait sengketa lahan yang berlokasi di desa sihuik – kuik kecamatan Angkola Selatan kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan luas lebih kurang 20 hektar.

Dr RAN saat mendampingi keluarga bapak H Masril Tanjung dimana terlihat hadir anak-anak H Masril Tanjung, Nadim Tanjung ( yang akrab di sapa Borkat ), Rudi Tanjung, Ismail Tanjung dan yang Ainun Tanjung yang lagi di polres Padang Sidempuan.

Di hadapan awak media pada Kamis ( 24 /11/2022 ) saat konferensi pers di halaman depan PN Padangsidempuan, RAN menyampaikan lahan yang lebih kurang 20 hektare tersebut dibeli tahun 1989 dengan surat Akte jual beli, dan pada tahun 2017 Syamsul Harahap (Alm) mengatasnamakan lahan tersebut dan mencoba menjual lahan tersebut dengan bekerja sama salah satu perusahaan tambang di Tapsel.

“Konflik lahan H Masril Tanjung terjadi tahun 2017 dengan Syamsul Harahap (Alm) yang mencoba mengaku sebagai pemilik lahan, “ujar RAN

Setelah diketahui fakta kebenarannya Lanjut RAN, pihak tambang Akhirnya bekerja sama dengan H Masril Tanjung, hingga pada saat terjadi kerja sama, Syamsul Harahap (Alm) melaporkan H Masril Tanjung ke polres Tapanuli Selatan, “Jelasnya

Selang Berjalannya waktu, dalam pemeriksaan serta penyidikan di polres Tapsel, H Masril Tanjung tidak terbukti bersalah, maka keluar lah SP 3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), ucap RAN

Dalam proses perjalanan waktu RAN cerita kepada awak media, Syamsul Harahap meninggal dunia, entah angin apa beberapa bulan kemarin, H Masril Tanjung dapat surat panggilan dari Polres Tapanuli Selatan yang mana si Pelapor Istri (Lanna Hari) dari Almarhum Syamsul Harahap dengan anak-anak nya, hingga lanjut di Pengadilan Negeri (PN) Padang sidimpuan.”jelas RAN

RAN Melanjutkan, dalam proses di PN Lanna hari menuntut Ganti Rugi materil sebesar Rp 25 Milyar dan In Materil sebesar Rp 10 Milyar, RAN dalam hal ini sangat mencurigai ada apa?, maka dari itu, saya wajib membantu H Masri Tanjung selaku saudara yang sudah sangat terdzolimi dalam kasus ini, dan RAN juga mengingatkan kepada juniornya Dipo Alam Siregar sebagai kuasa hukum istri Syamsul Harahap (Alm) agar jangan bermain-main dalam perkara ini yang mana dulu sudah SP3, “Tegas RAN

RAN juga sangat menyesal kan, dimana mediasi hari ini di duga sudah direkayasa oleh oknum hakim, yang harusnya mediasi ini dapat membuka titik terang seterang terangnya untuk membantu proses jalannya hukum di negeri kita ini, ” Jelas RAN

Yang paling parah lagi, Nadim Tanjung (Borkat) anak H Masril Tanjung oleh Mediator PN tidak menerima saudara borkat masuk dalam mediasi ini, ini ada apa? Sedangkan pihak tergugat 2 (perusahaan) memberikan kuasa untuk membuka titik terang terkait alur persengketaan lahan orang tuanya tersebut,”ucap RAN

RAN mencurigai hakim Feriandi yang mensidangkan kasus H Masril Tanjung ini, dengan tegas, RAN meminta kepada Kepala PN Padangsidimpuan Bapak Faisal S.H,M.H agar Hakim Feriandi tidak lagi mensidangkan kasus sengketa lahan H Masril Tanjung karena di duga ada permainan, “Ujar RAN, juga meminta kepada awak media, agar membantu persidangan H Masril Tanjung untuk membuka fakta-fakta kebenarannya,” Tutup RAN.

( FBN 009 )

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: