11/30/2022
Post Visitors:60

FBN – PIDIE JAYA || Dalam rangka meningkatkan kualitas serta sarana dan prasarana pendidikan, Pemerintah menganggarkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan jumlah dana bantuan Rp 80. 000.000 Tahun Anggaran 2020, kegiatan rehab berat pustaka beserta perabotnya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Bandar Dua, Sabtu (12/12/2020).

Mursyidah S.Pd, selaku Kepala Sekolah SD Negeri 10 Bandar Dua mengatakan bahwa, Alhamdullilah kini untuk sementara pekerjaan rehabilitasi ruang pustaka beserta perabotnya telah selesai dilaksanakan dan sesuai yang kita harapkan, ungkap Kepsek saat diwawancarai oleh media Online.

“Pada Januari 2021, semuanya harus sudah bisa difungsikan. Karena proses pekerjaan rehabilitasi ini akan berakhir Desember 2020 (selama 120 hari kerja). Itu artinya awal tahun 2021 ruangan yang direhab sudah bisa dimanfaatkan. “jelas Mursyidah dengan nada tegas.

Selanjutnya diposisi lain Kepsek juga Menjelaskan, Tentang belajar mengajar di SDN 10 Bandar Dua, yang jumlah muridnya 126 orang, dan guru 13 orang termasuk kepala sekolah, PNS 4 orang, 2 Pegawai Dom, guru bakti 7 orang.

Menurut kepsek yang masih dibutuhkan disekolah kami adalah tenaga pendidik, sehingga Proses Belajar Mengajar (PBM) akan menjadi optimal dan sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan, tetapi kondisi nyatanya sekolah kami hanya memiliki tenaga pendidik sangat kurang.

Maka permasalahan terbesar adalah pemerataan guru di daerah-daerah yang terpencil, meskipun pemerintah telah mengangkat banyak guru namun belum dapat memenuhi kebutuhan guru sesuai kondisi riil di tingkat satuan pendidikan, sehingga banyak sekolah yang kekurangan guru atau tenaga pendidik.

Hal inilah yang dirasakan oleh Mursyidah S.Pd. salah seorang Kepala Sekolah yang bertugas di SDN 10 Bandar Dua.Sekolah Dasar (Negeri SDN) ini terletak di wilayah Timur (sebelumnya terkenal dengan nama SDN Alue Sane) Gampong Alue Sane, yang berhampiran Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 19 Kecamatan Bandar dua kabupaten Pidie Jaya.

Kepsek Juga menambahkan, “selama belajar mengajar tatap muka disekolah dimasa pandemi Covid-19”, kami sangat menjaga protokol kesehatan (Protkes) sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, Seperti Memakai masker mencuci tangan, dan menjaga jarak demi memutuskan mata rantai Covit-19,”Pungkasnya (Wanis Pijay)

%d blogger menyukai ini: