08/11/2022
Post Visitors:25

FBN – JAKARTA || Ditengah gegap gempita merayakan hari kemerdekaan ke-75, pertanyaan yang mendasar untuk diajukan: Sudahkah Kita Merdeka? Merdeka dalam arti tidak hanya bebas dari penjajahan Belanda dan Jepang, namun “merdeka” dari virus korona, kemiskinan, pengangguran, ketimpangan? Apakah momentum 112 tahun kebangkitan nasional sudah menunjukkan tanda-tanda ekonomi Indonesia mulai bangkit?
Ancaman covid19 akan berdampak ke semua sektor dan 215
negara.

Dari pandemi akibat covid-19 menuju krisis ekonomi. Ancaman resesi dunia diprediksi akan menimpa Indonesia dan semua negara di dunia.
Prof. Mudrajad Kuncoro, Phd Professor in Economics FEB UGM mencoba mengajak beberapa leading sektor menelaah dan mengupas permasalahan ini dalam ruang zoom meeting tepat pada hari perayaan kemerdekaan RI, Senin (17/08/2020).

Menggandeng Tokoh Nasional kawakan Bapak Sarwono Kusumaatmadja, Zoom meeting ini berlangsung hangat dan mencerahkan, dihadiri beberapa tokoh diantaranya, Prof. Dr. Haryono Suyono, M.A. Ph.D, Menko Kesra Kabinet Reformasi Pembangunan, Komunitas TOT PKD UGM 2015, Dr. Mulyanto, Universitas Sebelas Maret, Bpk Triyanto dr DJPK Kemenkeu, Pak Sapta Nirwandar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif KIB II, Ibu Kus Hardjanti, Ipong Witono, Leny Dhamayantie dari Relawan Kebangsaan Satu Indonesia, serta beberapa Perwakilan dari MEP UGM.

“Resesi akibat COVID-19 diperkirakan akan menurunkan PDB per kapita 6,2% secara global. Ini merupakan resesi global terdalam sejak 1945-46 dan 2 kali lipat dibanding
krisis keuangan global 2009. Dibanding 14 episode resesi global selama 150 tahun terakhir, krisis tahun ini diperkirakan akan tergolong terparah ke-4 setelah perang dunia I (1914), depresi besar 1930-32, and perang dunia II (1945-46)” ungkap Prof. Mudrajad membuka zoom meeting.

Yang agak mencengangkan adalah Paparan Prof Mudrajad, bahwa Ekonomi Kalsel dimasa pandemic covid tumbuh 5,68% (yoy) lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya yang hanya sebesar 3,85 %.
“Ekspor tumbuh meningkat menjadi 6,83% (yoy) pada twI-2020, lebih tinggi dibandingkan dengan twIV-2019 sebesar 3,03%. Perbaikan ekspor terutama didorong oleh peningkatan permintaan batubara Tiongkok akibat terbatasnya produksi domestik.

Dorongan ekspor Kalimantan juga berasal dari produk emas di Kalsel, karet dan alumina di Kalbar, serta ekspor pupuk di Kaltim. Pertanian tumbuh 2,4% (yoy) lebih rendah dari triwulan IV 2019 yang sebesar 4,48% (yoy) karena penurunan produksi tandan buah segar (TBS) sawit dan padi. Namun produksi karet meningkat” terang Rektor Universitas Trilogi UGM ini menjelaskan lebih lanjut.

Dr. Lyta Permatasari, M.Si dari Dinas Lingkungan Hidup Kab Banjar Sebagai moderator membawakan acara dengan suasana hangat “Ekonomi menjadi titik sentral pergerakan suatu bangsa. Kalau suatu bangsa bergerak dgn cermat dan hati2 maka bangsa itu akan dpt melewati krisis. Bila tidak, maka bangsa itu akan terus berada dalam krisis berkepanjangan, kita sesama pemerhati Bangsa, harus saling terhubung berbagi dan menimba ilmu dari para tokoh dan para senior kita untuk menambah cakrawala pengetahuan dan keilmuan kita,” paparnya kepada FBN saat diwawancarai.

Sementara itu menjawab beberapa pertanyaan dengan tensi tinggi dari Prof. Uhaib, perwakilan Universitas Islam Kalimantan menyoal sumber daya alam Republik Indonesia khususnya Kalimantan yang selama ini dikeruk oleh kaum oligarki, Bapak Sarwono Kusumaadmaja berkata, “ Perpaduan korupsi dan kekuasaan yang dilakukan kaum Oligarki adalah pemicu keterhambatan kemajuan suatu Bangsa, untuk itu kita harus memperkuat kekitaan antara kita, menggali kapasitas diri, jangan memilih Kepala daerah yang korup, apalagi menjelang Pilkada ini, energi kita harus lebih banyak dicurahkan untuk mendukung orang orang baik di Negeri yang kita cintai ini,” terang Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Persatuan Nasional ini dengan Arif.

Pewarta : Leny

%d blogger menyukai ini: