Resiko Tetap Ada Dari Penerapan Financial Tekhnologi di Indonesia

53

FOKUS BERITA NASIONAL | KABUPATEN BEKASI – Penerapan financial tekhnologi dinilai perlu pengkajian mendalam, karena memiliki tingkat resiko, walaupun kini Indonesia telah memiliki financial tekhnologi baik berbasis luar negeri maupun dalam negeri.

Menteri perindustrian, Airlangga Hartarto usai menghadiri diskusi HRD forum Jababeka di Cikarang Kabupaten Bekasi Jawa Barat, bahwa setiap penerapan financial tekhnologi tentu adanya resiko, dirinya menyebut ada beberapa perusahaan informasi tekhnologi yang berdiri walaupun kenyataannya berhasil, namun tetap memiliki tingkat resiko.

Lanjut Airlangga, pihaknya akan berupaya khususnya mendorong financial tekhnologi dalam negeri, namun memang harus benar benar diteliti sebaik mungkin. Bahkan pihaknya meminta siapapun pihaknya, sebelum melakukan investasi ke Indonesia, harus dapat terlebih dulu mengukur tingkat resiko dan dampak lainnya yang ditimbulkan dari industri yang akan dibangunnya.

“Tingkat resiko dalam financial tekhnologi pasti ada dan kami pemerintah tentu akan melihat setiap investasi yang masuk untuk bergerak di bidang apa.” Ujar Airlangga Jumat (15/2/2019) Sementara itu, diskusi bersama HRD Jababeka Ciakrang Bekasi Jawa Barat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, juga memberikan arahannya mengenai sumber daya manusia merupakan aset penting sbagaimana tema yang diusung yakni, “SDM sebagai kunci daya saing industri dan kawasan industri sebagai pendongkrak kesejahteraan pekerja. (Jhon)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini